PT Aletra Mobil Nusantara sebagai agen tunggal pemegang merek kendaraan listrik Aletra menyiapkan strategi bertahap untuk meningkatkan produksi sekaligus mengejar tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) hingga 2027. Product Manager Aletra, Marsellinus Christo Antyo, mengatakan peningkatan produksi akan dilakukan seiring dengan pendalaman proses perakitan dan lokalisasi komponen di Tanah Air. Pada tahun ini, yang menandai tahap awal akselerasi aktivitas manufaktur, perseroan akan menjalankan produksi kendaraan secara completely knocked down (CKD) dengan 40 persen TKDN dan volume terbatas sebesar 2.000 unit. Fasilitas perakitan mobil Aletra di PT Handal Indonesia Motor (HIM), Purwakarta, Jawa Barat “Tahun pertama kami fokus menyiapkan fondasi produksi yang kuat. Setelah itu, baru kami tingkatkan volumenya secara bertahap,” ujar Christo di Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (21/1/2026). Peningkatan produksi akan berlanjut pada 2027. Pada periode tersebut, Aletra menargetkan volume produksi mencapai 3.000 unit CKD dengan TKDN di atas 60 persen sebagaimana termaktub dalam Peraturan Menteri Investasi Nomor 6 Tahun 2023 jo Nomor 1 Tahun 2024. “Kami tidak ingin terburu-buru. Target TKDN dikejar seiring kesiapan supplier lokal dan kualitas yang bisa memenuhi standar kami,” kata Christo. Lebih jauh, Technical Director Aletra, Joko Purwanto menjelaskan peningkatan TKDN dimaksud akan direalisasikan melalui produksi atau perakitan baterai. Sebab aktivitas manufaktur di PT Handal Indonesia Motor (HIM) sudah memenuhi 100 persen. "Jadi TKDN kita itu dari aktivitas produksi. Saat ini, aktivitas di HIM sudah 100 persen dan kita mendapatkan total TKDN 40 persen. Untuk menambah ke 60 persen, pengerjaan akan berada di sektor baterai," kata dia. Fasilitas perakitan mobil Aletra di PT Handal Indonesia Motor (HIM), Purwakarta, Jawa Barat "Jadi yang akan kami tambahkan itu adalah nanti di baterai. Lebih banyak pekerjaan di baterai," ujarnya lagi. Hanya saja Joko masih belum bisa memastikan langkah apa yang akan diambil perusahaan. Apakah bakal berkerja sama dengan pemasok baterai lokal, atau membawa supplier dari China langsung ke Tanah Air. Namun yang pasti, untuk mendukung rencana tersebut, Aletra menyiapkan investasi sekitar Rp 300 miliar hingga 2027 untuk difokuskan pada pengembangan tooling, peningkatan kapasitas perakitan, sampai penyesuaian proses produksi. Dengan roadmap produksi dan TKDN yang telah disusun, Aletra berharap dapat memperkuat posisinya di pasar otomotif nasional sekaligus mendukung pengembangan industri kendaraan listrik dalam negeri. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang