Dorna Sports memiliki rencana mengembalikan MotoGP ke China setelah terakhir kali digelar pada 2008. Sumber Motorsport.com menyebut delegasi eksekutif Dorna telah melakukan perjalanan ke Shanghai untuk mempercepat proses ini. China sebelumnya menjadi tuan rumah MotoGP pada 2005–2008 di Sirkuit Internasional Shanghai, dengan pemenang seperti Valentino Rossi, Dani Pedrosa, dan Casey Stoner. Namun minat penonton yang rendah, promosi yang lemah, serta kasus hukum yang menimpa direktur sirkuit membuat kontrak yang harusnya berlaku hingga 2011 berakhir lebih cepat. Pebalap CFMOTO Aspar Team David Alonso dari Kolombia merayakan kemenangannya dan gelar Juara Dunia 2024 di atas podium setelah memenangi balapan kelas Moto3 MotoGP Grand Prix Jepang di Mobility Resort Motegi di Motegi, prefektur Tochigi pada 6 Oktober 2024. Kunjungan terbaru Dorna berlangsung di sela MotoGP Australia dan Malaysia pada Oktober lalu. Rombongan dipimpin CEO Dorna Carmelo Ezpeleta dan putranya, Carlos Ezpeleta, sebagai sporting director. Mereka juga mengunjungi fasilitas produksi CFMoto, pabrikan China yang kini bermitra dengan KTM. Dorna ingin memastikan proyek baru ini terhindar dari masalah masa lalu. Karena itu, mereka dan otoritas setempat mendorong model organisasi campuran melibatkan sejumlah pemangku kepentingan dalam manajemen dan promosi acara. Dalam struktur tersebut, CFMoto disebut bisa mendapatkan peran penting, mengingat kehadirannya di paddock terus meningkat sejak 2022. Pabrikan asal China ini bahkan sempat mengajukan diri sebagai pemasok tunggal untuk Moto3 mulai 2028 sebelum akhirnya Yamaha yang terpilih. Selain CFMoto, Juss Sports, promotor Formula 1 GP China sejak 2004 juga diperkirakan ikut terlibat dalam proyek MotoGP ini. Jika semua berjalan sesuai rencana, maka MotoGP bisa kembali ke China paling cepat tahun depan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.