Selama bertahun-tahun, industri otomotif dalam negeri selalu bergantung pada teknologi negara-negara Eropa untuk urusan roda gigi (gear) berkualitas tinggi, mulai dari proses pemotongan hingga gear grinding yang presisi. Namun, kini situasinya mulai berubah. Pabrik roda gigi lokal sudah mampu menghasilkan komponen dengan standar yang menyaingi kualitas manufaktur Eropa. Bagi dunia otomotif, kualitas roda gigi bukan sekadar soal putaran yang halus. Komponen ini menentukan performa transmisi, efisiensi tenaga, hingga durabilitas jangka panjang. Untuk mencapai standar premium, proses manufakturnya harus dikendalikan ketat sesuai standar ISO. Penggunaan material berkualitas tinggi yang telah lulus pengujian komposisi kimia, kekerasan, dan kekuatan menjadi fondasi utama. Material yang konsisten memastikan gear mampu menahan beban torsional pada kendaraan modern, terutama mobil-mobil berperforma tinggi dan kendaraan niaga berat. Ilustrasi roda gigi Tahap berikutnya adalah proses machining menggunakan mesin turning, hobbing, gear generator, hingga finishing presisi memakai gear lapping dan gear grinding. Proses ini krusial untuk menjaga kehalusan permukaan yang berpengaruh pada suara transmisi dan efisiensi penyaluran daya. Ketahanan gear juga ditentukan oleh pengolahan panas (heat treatment), seperti carburizing, induction hardening, quenching, dan tempering. Semuanya harus mengikuti standar seperti JIS G 4053, DIN, AGMA, dan ASTM, standar yang juga dipakai dalam produksi komponen kendaraan global. Kabar baiknya, kemampuan tersebut kini sudah dimiliki oleh produsen dalam negeri. PT Seraya Perkasa Mututama, melalui Seraya Gears, menjadi pabrik manufaktur dan refurbish gearbox bersertifikat ISO 9001:2015 pertama dan satu-satunya di Indonesia. Artinya, standar pengerjaan komponen drivetrain untuk otomotif kini bisa dipenuhi tanpa harus bergantung pada impor. Pabrik yang berlokasi di Cikarang Pusat ini bahkan memiliki mesin dengan kapasitas pembuatan gear hingga diameter 5,5 meter dan sudah dilengkapi dengan mesin gear grinding. Tidak hanya itu, Seraya Gears juga mampu memproduksi double helical gear dan spiral bevel—jenis gear yang lazim dipakai pada sistem transmisi kendaraan roda empat. "Finishing yang akurat untuk menghasilkan permukaan yang halus dan kualitas gear yang tinggi, digunakan proses Gear Grinding. Sekarang pabrik roda gigi dalam negeri sudah berhasil melakukannya," ujar Suwandi, pendiri Seraya Gears, dalam keterangan resminya. Beberapa perusahaan besar seperti PT Pertamina, PT Badak NGL, PT Pusri, PT Indocement, hingga RAPP sudah mengandalkan komponen buatan Seraya Gears. Kepercayaan ini menunjukkan bahwa kualitas gear lokal berpotensi digunakan lebih luas pada industri otomotif. Sistem TQC (Total Quality Control) juga diterapkan secara menyeluruh pada setiap tahap produksi. Pemeriksaan dimensi, backlash, runout, kekerasan material, hingga akurasi permukaan dilakukan menggunakan alat ukur terkalibrasi, memastikan kualitas yang stabil pada setiap produk. “Hasilnya, produk yang berkualitas untuk menjaga produktivitas tanpa henti,” kata Mario Shandi, Direktur Utama PT Seraya Perkasa Mututama. Dalam dunia otomotif, kualitas gear dapat menjadi pembeda besar. Roda gigi kualitas rendah mungkin tampak murah, tetapi menyimpan risiko seperti noise, vibrasi, hingga kerusakan besar pada girboks, ibarat gunung es, yang terlihat hanya sebagian kecil dari masalah sebenarnya. Sebaliknya, gear berkualitas tinggi mampu meningkatkan efisiensi tenaga, meredam getaran, memperpanjang umur pakai komponen drivetrain, dan menekan risiko downtime. Bagi industri otomotif, hal ini berarti performa kendaraan yang optimal dan biaya operasional yang lebih stabil dalam jangka panjang. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang