Arus balik Lebaran 2026 dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa masih berlangsung dengan intensitas tinggi. Meski demikian, pergerakan pemudik terpantau tetap terkendali berkat distribusi arus yang lebih merata dibanding tahun-tahun sebelumnya. PT ASDP Indonesia Ferry memastikan layanan penyeberangan berjalan optimal untuk menjaga kelancaran perjalanan masyarakat. Suasana Pelabuhan Bakauheni, Lampung pada H+6 terpantau lengang. Jumat (27/3/2026). Hingga periode H+5 Lebaran, sebagian besar pemudik tercatat sudah kembali ke Pulau Jawa, baik penumpang maupun kendaraan. Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, pola arus balik tahun ini cenderung tidak menumpuk pada satu waktu tertentu, sehingga membantu menjaga stabilitas operasional di pelabuhan. “Distribusi arus yang lebih merata menjadi fondasi penting dalam menjaga kelancaran layanan,” ujar Heru, dalam keterangan tertulis (28/3/2026). Kepadatan kendaraan kembali terjadi di Pelabuhan Merak pada H-2 Lebaran atau Sabtu (29/3/2025) dini hari. Seluruh kantong parkir dipenuhi kendaraan yang didominasi mobil pribadi. “Dukungan kesiapan armada, optimalisasi operasional, serta kesadaran masyarakat untuk menghindari periode puncak sangat menentukan keberhasilan layanan penyeberangan,” kata dia. Berdasarkan data Posko Bakauheni, jumlah kumulatif penumpang yang kembali ke Jawa sejak 22 hingga 27 Maret 2026 pukul 14.00 WIB (H hingga H+5) mencapai 543.440 orang. Angka ini setara dengan sekitar 60 persen dari total 898.864 pemudik yang berangkat dari Jawa saat periode arus mudik. Dermaga 6 menjadi dermaga eksekutif di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon. Dermaga eksekutif akan dihilangkan pada arus mudik Lebaran tahun 2025. Sementara itu, jumlah kendaraan yang telah kembali tercatat sebanyak 144.039 unit atau sekitar 60 persen dari total 239.920 unit kendaraan saat masa mudik. Capaian ini menunjukkan bahwa mayoritas kendaraan pemudik telah menyeberang kembali ke Jawa, meski masih ada sekitar 40 persen yang diperkirakan akan kembali dalam beberapa hari ke depan. Dengan masih tersisa cukup banyak pemudik, potensi lonjakan arus balik tetap perlu diantisipasi. Untuk itu, ASDP terus memperkuat strategi operasional berbasis kondisi lapangan. Berbagai langkah disiapkan, mulai dari penyesuaian pola operasi kapal sesuai tingkat kepadatan, pengalihan arus kendaraan secara situasional, hingga penerapan delaying system terintegrasi di sejumlah buffer zone untuk mengurai antrean. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang