Chery menyiapkan strategi untuk memenuhi peningkatan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) pada lini iCar sebagai sub-brand baru di Indonesia. Langkah ini dilakukan seiring target TKDN kendaraan listrik yang akan meningkat menjadi 60 persen di tahun depan, dari sebelumnya hanya 40 persen. President of Chery International, Zhang Guibing, mengatakan kesiapan tersebut ditopang oleh ekosistem Chery Group yang telah terbentuk di Indonesia. Test drive iCar V27 “iCar memang brand baru di Indonesia, tapi kami sudah memiliki ekosistem yang baik di bawah Chery Group Indonesia, termasuk kerja sama dengan brand lain seperti Jaecoo, meski dengan jaringan dilernya berbeda,” ujar Zhang di Wuhu, China, Selasa (28/4/2026). Ia menjelaskan, dukungan tersebut mencakup jaringan penjualan hingga hubungan dengan pemasok yang telah terbangun sebelumnya. Dengan basis tersebut, Chery optimistis mampu memenuhi berbagai ketentuan yang ditetapkan pemerintah, termasuk target TKDN yang lebih tinggi. “Supplier kami sudah terbentuk dan percaya kepada kami. Jadi secara umum kami yakin mampu memenuhi berbagai kebijakan yang diterapkan pemerintah Indonesia,” kata dia. Meski demikian, Zhang menegaskan perusahaan tidak akan menunggu tenggat waktu untuk mulai beradaptasi. “Tentu kami harus bergerak cepat, tidak perlu menunggu sampai tahun depan (untuk kejar TKDN 60 persen),” ujarnya. Produk iCar direncanakan segera masuk jalur perakitan secara completely knocked down (CKD) di fasilitas manufaktur rekanan dengan target awal TKDN minimal 40 persen. Roda Dua Listrik iCar Mejeng di Beijing Auto Show 2026 Namun, capaian tersebut bukan menjadi akhir. Pabrikan harus segera meningkatkan kandungan lokal seiring target TKDN yang akan naik menjadi 60 persen dalam waktu kurang dari satu tahun. Ketentuan ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023 tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Dalam regulasi tersebut, TKDN kendaraan listrik ditetapkan minimal 40 persen pada periode 2022–2026, meningkat menjadi 60 persen pada 2027–2029, serta ditargetkan mencapai 80 persen mulai 2030. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang