Transformasi industri otomotif China menuju elektrifikasi diprediksi akan semakin mengerucut pada kendaraan listrik murni atau battery electric vehicle (BEV). Hal ini disampaikan Profesor Ouyang Minggao dalam forum Intelligent Electric Vehicle Development Forum yang digelar di Beijing, 11–12 April. Dikutip Carnewschina, Ouyang menilai teknologi plug-in hybrid (PHEV) dan extended-range electric vehicle (EREV) mulai memasuki fase penurunan, seiring keunggulan efisiensi yang dimiliki kendaraan listrik murni. Menurutnya, sistem penggerak listrik penuh mampu memanfaatkan energi hijau secara jauh lebih optimal. Ilustrasi Mobil Listrik. Insentif mobil listrik impor hanya berlaku hingga akhir 2025. Mulai 2026, produsen diwajibkan merakit kendaraan di dalam negeri sesuai aturan TKDN. Efisiensinya bahkan diklaim dua kali lebih tinggi dibanding kendaraan hidrogen, dan empat kali lebih efisien dibanding mesin pembakaran internal berbahan bakar sintetis. Kondisi tersebut, lanjut dia, menjadi faktor utama yang akan menentukan arah dominasi teknologi di masa depan. Ouyang juga memaparkan proyeksi pangsa pasar kendaraan energi baru (NEV) di China dalam beberapa dekade ke depan. Pada 2030, pangsa pasar diperkirakan menembus 70 persen, dengan komposisi BEV dan PHEV sekitar 7:3. Lima tahun kemudian, pangsa pasar diproyeksikan stabil di atas 80 persen, dengan rasio meningkat menjadi 8:2. Sementara pada 2040, kendaraan listrik murni diprediksi mendominasi secara absolut dengan komposisi mencapai 9:1. Ia menegaskan, dominasi tersebut akan mengakhiri perdebatan jalur teknologi kendaraan ramah lingkungan dan menjadi titik loncatan industri otomotif China dari sekadar besar menjadi kuat secara global. Ilustrasi mobil listrik. Di sisi lain, Ouyang mengingatkan industri untuk tidak terlalu agresif dalam mengadopsi baterai solid-state. Meski teknologi ini menjanjikan, masih terdapat sejumlah tantangan ilmiah, seperti reaksi antarmuka yang memengaruhi stabilitas kimia, mekanik, hingga termal. Ia memperkirakan baterai solid-state dengan kepadatan energi 300 Wh/kg baru akan siap secara lebih luas menjelang akhir dekade ini. Oleh karena itu, produsen diminta berhati-hati agar tidak menjadikan teknologi tersebut sekadar alat pemasaran. Meski demikian, China telah mencatat kemajuan signifikan di sektor ini. Negara tersebut menguasai sekitar 44 persen paten baru terkait baterai solid-state, dengan kapasitas produksi elektrolit sulfida yang terus meningkat serta harga yang turun drastis dalam beberapa tahun terakhir. Dalam aspek keselamatan, Ouyang menyoroti evolusi penting industri baterai. Pada 2014, pemerintah China sempat melarang penggunaan baterai ternary di bus karena alasan keamanan. Ilustrasi mobil listrik pertama Xiaomi SU7. Kemudian pada 2020, BYD memperkenalkan baterai blade berbasis lithium iron phosphate (LFP) yang membuktikan teknologi tersebut layak digunakan di mobil penumpang. Ke depan, standar keselamatan baru akan diterapkan dengan tuntutan baterai tidak boleh mengalami kebakaran maupun ledakan. Ouyang juga menilai transformasi industri otomotif China turut didorong oleh berbagai model bisnis baru, mulai dari integrasi vertikal berbasis elektrifikasi, strategi ganda antara kendaraan konvensional dan listrik, hingga pendekatan berbasis ekosistem pengguna ala perusahaan teknologi. Untuk segmen kendaraan komersial, ia memproyeksikan penetrasi kendaraan energi baru akan melampaui 50 persen pada 2030 dan terus meningkat hingga lebih dari 70 persen pada 2040. Secara keseluruhan, populasi kendaraan energi baru di China diperkirakan mencapai 100–150 juta unit pada 2030, dan bisa menembus hingga 380 juta unit pada 2040. Seiring itu, konsumsi listrik hijau juga diproyeksikan meningkat signifikan, melampaui 50 persen pada 2030 dan mendekati 70 persen pada 2035, sehingga memperkuat posisi kendaraan listrik sebagai solusi mobilitas berbasis energi terbarukan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang