Peringkat nilai perusahaan produsen otomotif dunia pada akhir 2025 menunjukkan perubahan signifikan, terutama menguatnya pabrikan asal China di tengah peralihan industri otomotif global. Nilai perusahaan atau kapitalisasi pasar sendiri merupakan gambaran nilai total sebuah perusahaan di bursa saham, yang dihitung dari harga saham dikalikan jumlah saham yang beredar. Angka ini sering digunakan untuk melihat seberapa besar dan kuat sebuah perusahaan di mata investor. Semarak mobil imitasi China. Berdasarkan data CLS per-31 Desember 2025 yang dilansir Carnewschina, posisi empat besar dunia masih ditempati Tesla, Toyota, Xiaomi, dan BYD. Keempatnya mencatat kenaikan nilai perusahaan dibandingkan tahun sebelumnya. Tesla tetap berada di posisi teratas sebagai produsen otomotif dengan nilai perusahaan terbesar di dunia, mencapai sekitar 1.495 miliar dollar AS. Di bawahnya, Toyota menempati peringkat kedua dengan nilai sekitar 279 miliar dollar AS. Menariknya, dua perusahaan asal China berhasil masuk empat besar, di mana Xiaomi berada di peringkat ketiga dengan nilai perusahaan sekitar 131 miliar dollar AS dan diikuti BYD di posisi keempat dengan nilai sekitar 130 miliar dollar AS. Di luar empat besar, terjadi pergeseran posisi. General Motors, Mercedes-Benz, dan BMW berhasil naik peringkat. Sebaliknya, Ferrari turun, sementara Porsche tidak lagi masuk daftar 10 besar dunia pada akhir 2025. Volkswagen Group (VW) juga memperbaiki posisi, sedangkan Maruti Suzuki India masuk 10 besar, menjadikannya satu-satunya pabrikan asal India dalam daftar tersebut. Peringkat nilai perusahaan produsen otomotif dunia pada akhir 2025 menunjukkan perubahan signifikan Secara keseluruhan, pabrikan China mulai memiliki pengaruh besar di otomotif global. Dari 50 produsen otomotif dengan nilai perusahaan terbesar di dunia, sebanyak 19 perusahaan berasal dari China, meski jumlahnya sedikit berkurang dibandingkan tahun sebelumnya. Kuatnya posisi Xiaomi ditopang oleh keseriusan perusahaan di bisnis otomotif. Pendiri sekaligus CEO Xiaomi, Lei Jun, menyebutkan bahwa perusahaan menargetkan pengiriman 550.000 kendaraan pada 2026, setelah berhasil menjual lebih dari 410.000 unit sepanjang 2025. Sementara itu, BYD mencatat penjualan kendaraan energi baru sebanyak 4,6 juta unit sepanjang 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar 2,25 juta unit merupakan mobil listrik murni, lebih banyak dibandingkan penjualan mobil listrik Tesla pada periode yang sama. Perubahan ini menunjukkan bahwa industri otomotif global tengah mengalami pergeseran besar, didorong oleh pengembangan mobil listrik, teknologi mengemudi otomatis, serta perubahan arah investasi menuju kendaraan ramah lingkungan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang