PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memandang prospek industri otomotif tahun ini tidak akan mudah, seiring meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam mengatakan, tekanan terhadap pasar berpotensi datang dari kenaikan harga energi hingga terganggunya rantai pasok global. “Bisa jadi akan berat. Tetapi, saya yakin kenaikan harga minyak tidak akan berlangsung lama karena akan didorong oleh produk substitusinya, seperti bioetanol,” kata Bob di Jakarta, Rabu (15/4/2026). Pabrik mobil PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang, Jawa Barat. Memanasnya konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat dinilai bisa menekan kondisi ekonomi global. Dampaknya mulai terlihat dari lonjakan harga minyak mentah Brent yang sudah menembus level 100 dollar AS per barrel. Selain itu, nilai tukar rupiah juga ikut tertekan mendekati Rp 17.000 per dollar AS, yang pada akhirnya mendorong kenaikan biaya logistik dan operasional industri. Dalam situasi ini, Bob menekankan pentingnya peran pemerintah untuk menjaga stabilitas, khususnya dalam pengelolaan anggaran. “Sekarang pemerintah benar-benar harus mendisiplinkan diri untuk smart spending. Artinya, pengeluaran pemerintah yang mampu menciptakan multiplier effect terhadap perekonomian,” ujarnya. Lebih lanjut, ia juga mengingatkan potensi risiko lain yang bisa muncul, yakni gangguan pasokan turunan bahan baku minyak bumi seperti plastik dan chip semikonduktor jika konflik semakin meluas. Pabrik mobil PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang, Jawa Barat. produk turunan dari minyak bumi seperti nafta itu memang agak sulit. Plastik, ya. Tapi sih berharap nanti bisa distabilkan dengan pabrik petrokimia yang ada saat ini,” kata dia. “Untuk komponen semikonduktor, hingga saat ini belum terjadi krisis, mudah-mudahan jangan sampai krisis,” lanjut Bob. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil secara wholesales pada Januari–Maret 2026 tercatat 209.021 unit, atau naik 1,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 205.539 unit. Sementara itu, penjualan ritel mencapai 211.905 unit, tumbuh tipis 0,5 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang sebesar 210.766 unit. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang