Dampak dari perang Amerika Serikat (AS) dan Israel vs Iran tidak hanya memengaruhi harga bahan bakar. Namun, harga untuk pelumas atau oli mesin pun terpantau juga mengalami kenaikan. Dustin, Pemilik Bengkel Garage +62 mengatakan, ada kenaikan harga oli di tempatnya. Saat lebaran kemarin, jenis Shell AX7 Scooter 10W 40 masih dibanderol Rp 80.000. Namun, saat ini harganya sudah merangkak naik. “Tapi sekarang baru dapat info kalau naik sekitar Rp 10.000. Jadi nanti mungkin akan dijual Rp 90.000. Ini saat stok habis, saya pesan lagi sudah dapat harga baru, pasti naik,” kata Dustin kepada Kompas.com, belum lama ini. Ganti oli mesin mobil Kiki, pemilik bengkel sepeda motor Maski Garage, di wilayah Cinere, Depok, mengatakan, beberapa merek oli mesin mulai menaikkan harga produknya. "Lebih tepatnya 5 persen hingga 10 persen dari harga sebelumnya," ujar Kiki, saat dihubungi terpisah. Tri Yuswidjajanto Zaenuri, Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) sekaligus pakar bahan bakar dan pelumas, mengatakan, kenaikan harga oli mesin terjadi karena harga aditifnya yang mengalami kenaikan. Ilustrasi ganti oli motor "Jadi, aditif untuk bahan bakar maupun pelumas naik semua. Kena surcharge kira-kira 30 persen. Padahal, aditif di pelumas itu kontribusinya 70 persen," ujar Yuswidjajanto, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. "Sudah pasti (harga oli mesin) naik, kalau tidak rugi mereka (produsen), karena harga aditifnya naik. Jadi, paling tidak naik hingga 21 persen," kata Yuswidjajanto. Yuswidjajanto menambahkan, semua produk turunan dari minyak bumi pasti mengalami kenaikan harga. Dengan suplai crude oil tersendat, sementara permintaannya tetap, maka harganya naik. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang