Masih banyak pengguna sepeda motor yang menunda penggantian oli mesin hingga muncul gejala seperti suara mesin kasar atau performa menurun. Kebiasaan menunggu tanda-tanda tersebut justru bisa berisiko mempercepat keausan komponen internal mesin, terutama pada motor yang digunakan harian di kondisi lalu lintas padat. Menurut Agung, teknisi di Vansy Motor di Tangerang, waktu ideal penggantian oli tidak seharusnya menunggu gejala kerusakan muncul, melainkan mengikuti interval pemakaian dan kondisi operasional kendaraan. Setelah sebelumnya menemukan kasus serupa di Jambi, kini tim investigasi Federal Oil mengungkap temuan baru di Kalimantan Timur, tepatnya di Balikpapan dan Samarinda. “Sebetulnya jangan tunggu mesin bunyi kasar. Idealnya oli diganti setiap 2.000 sampai 3.000 kilometer, atau bisa lebih cepat kalau motor sering dipakai di kondisi macet dan stop and go,” kata Agung kepada Kompas.com, belum lama ini. Ia menjelaskan, oli mesin memiliki fungsi vital sebagai pelumas, pendingin, sekaligus pelindung komponen dari gesekan langsung. Seiring waktu dan pemakaian, kualitas oli akan menurun akibat panas dan kontaminasi kotoran hasil pembakaran. Jika terlambat diganti, kemampuan oli dalam melumasi akan berkurang. Dampaknya, gesekan antar komponen meningkat dan bisa memicu keausan lebih cepat, bahkan berujung kerusakan serius pada mesin. Agung juga mengingatkan bahwa kondisi lalu lintas perkotaan seperti kemacetan membuat mesin bekerja lebih berat meski jarak tempuh tidak terlalu jauh. Hal ini menyebabkan oli lebih cepat mengalami degradasi. “Banyak yang merasa jarang pakai motor karena jaraknya dekat, padahal sering kena macet. Itu justru bikin oli cepat turun kualitasnya,” ujarnya. Selain berdasarkan jarak tempuh, penggantian oli juga bisa mempertimbangkan waktu. Untuk motor yang jarang digunakan, oli tetap disarankan diganti setiap 2–3 bulan sekali guna menjaga performa mesin tetap optimal. Kenaikan Harga di Pasar Bagi Anda yang berencana mengganti oli dalam waktu dekat, perlu diketahui bahwa ada tren kenaikan harga di pasar. Pantauan Kompas.com di berbagai platform e-commerce menunjukkan kenaikan harga yang cukup seragam di berbagai merek. Dustin, Pemilik Bengkel Garage +62 mengatakan, ada kenaikan harga oli di tempatnya. Saat lebaran kemarin, jenis Shell AX7 Scooter 10W 40 masih dibanderol Rp 80.000. Namun, saat ini harganya sudah merangkak naik. “Tapi sekarang baru dapat info kalau naik sekitar Rp 10.000. Jadi nanti mungkin akan dijual Rp 90.000. Ini saat stok habis, saya pesan lagi sudah dapat harga baru, pasti naik,” kata Dustin kepada Kompas.com, Senin (4/5/2026). Berikut Daftar Harga Oli Mesin Motor Matik per Mei 2026: Federal Oil Federal Matic 30 10W-30 0,8 L: Rp 65.000 Federal Matic 40 10W-40 0,8 L: Rp 71.000 Federal Matic Y 40 20W-40 0,8 L: Rp 59.000 Federal Matic Ultratec 30 10W-30 0,8 L: Rp 58.000 Castrol Castrol Activ Matic 10W-30 0,8 L: Rp 76.000 Castrol Activ Matic 20W-40 0,8 L: Rp 78.600 Castrol Power1 Ultimate Matic 10W-30 0,8 L: Rp 79.600 Castrol Power1 Matic 10W-30 0,8 L: Rp 83.400 Castrol Power1 Matic 10W-40 1 L: Rp 86.500 Evalube Evalube Scootic YX 20W-40 Synthetic 0,8 L: Rp 48.500 Evalube Scootic HX 10W-30 Synthetic 0,8 L: Rp 54.000 Evalube Scootic RX Full Synthetic 10W-40: Rp 78.000 Shell Shell Advance AX7 Scooter 10W-40 0,8 L: Rp 85.000 Shell Advance AX7 Scooter 10W-30 0,8 L: Rp 85.000 Shell Advance AX5 Scooter 20W-40 0,8 L: Rp 75.000 Shell Advance AX5 Scooter 10W-30 0,8 L: Rp 75.000 Shell Advance Ultra Scooter 5W-40 1 L: Rp 136.901. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang