- Kenaikan harga barang akibat kondisi geopolitik di Timur Tengah yang menyebabkan lonjakan harga minyak mentah mulai terasa di industri otomotif. Bukan hanya harga motor yang mengalami penyesuaian, harga spare part dan oli juga ikut mengalami kenaikan. Henry Tulus, Head of PMD PT Wahana Makmur Sejati selaku main dealer motor Honda wilayah Jakarta-Tangerang, memberikan penjelasan terkait hal ini. Menurutnya, kenaikan harga spare part sudah mulai terjadi sejak April 2026. "Harga spare part dan beberapa item memang mengalami kenaikan secara HET (Harga Eceran Tertinggi)," ujar Henry saat dihubungi GridOto melalui pesan singkat. Selain itu, penyesuaian harga juga terjadi pada produk oli di jaringan dealer Wahana. "Ada penyesuaian harga juga untuk beberapa part meskipun tidak terlalu signifikan," jelasnya. Saat ini, kenaikan harga terjadi pada beberapa komponen yang menggunakan bahan dasar karet dan plastik. Contohnya seperti ban, cover body, hingga drive belt pada motor skutik. "Untuk kenaikannya kurang lebih 2%–10% tergantung itemnya," tambah Henry. Tak hanya spare part, pada awal tahun ini sejumlah pabrikan motor di Indonesia seperti Honda, Yamaha, TVS, hingga produsen motor listrik juga telah menaikkan harga jual unitnya. Besaran kenaikan pun bervariasi, tergantung merek dan model kendaraan. Penyesuaian harga ini memang rutin dilakukan oleh pabrikan setiap awal tahun. Namun, tahun ini kenaikan disebut turut dipicu oleh meningkatnya biaya produksi akibat kondisi pasar global yang tidak menentu. Oleh sebab itu, bagi Anda yang ingin melakukan perawatan motor, sebaiknya tidak kaget jika mendapati harga spare part dan oli mengalami kenaikan.