Kenaikan harga bahan baku dan komponen kendaraan listrik mulai memberi tekanan terhadap industri otomotif global. Kondisi ini dipicu lonjakan biaya rantai pasok akibat tensi geopolitik dan meningkatnya harga material penting seperti lithium serta cip semikonduktor. Dampaknya mulai terasa pada sejumlah produsen kendaraan listrik di China. Beberapa merek bahkan sudah melakukan penyesuaian harga produk karena biaya produksi yang terus meningkat. Booth BYD di GJAW 2025 Meski demikian, BYD Indonesia memastikan strategi bisnisnya di Tanah Air tetap berjalan sesuai rencana dan belum ada kenaikan harga kendaraan meski memang masih banyak aspek yang diimpor dari China. “Memang berdampak pada adanya fluktuasi dari cost of production. Tapi yang saya sampaikan, BYD di Indonesia berinvestasi jangka panjang,” ujar Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan di Jakarta, Senin (18/5/2026). Luther menjelaskan, BYD sejak awal sudah memperhitungkan berbagai tantangan pasar saat memutuskan ekspansi ke Indonesia. Oleh karena itu, perusahaan masih optimistis dengan strategi yang dijalankan, baik dari sisi produk, harga, maupun promosi. “Dan sampai saat ini kami masih tetap positif dan confident dengan strategi yang kami miliki baik secara produk, pricing juga promosi-promosi yang kami akan lakukan,” kata dia. Belum Ada Kenaikan Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) dan naiknya biaya komponen impor, BYD memastikan belum melakukan penyesuaian harga jual kendaraan listriknya di pasar domestik. Perusahaan menilai tekanan biaya tersebut masih bisa diantisipasi melalui strategi bisnis dan efisiensi yang telah disiapkan sebelumnya. BYD M6 DM Sebagai informasi, pasar kendaraan new energy vehicle (NEV) di China saat ini mulai memasuki fase baru. Setelah sebelumnya diramaikan perang harga, sejumlah produsen kini mulai menaikkan banderol kendaraan akibat lonjakan biaya produksi. Beberapa merek seperti BYD, Xiaomi, Volkswagen (VW), hingga Toyota dilaporkan mulai melakukan penyesuaian harga pada kendaraan maupun fitur tambahan. Lonjakan harga bahan baku baterai seperti lithium carbonate serta kenaikan harga cip memori otomotif menjadi pemicu utama meningkatnya biaya produksi kendaraan listrik di China. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang