Ilustrasi AI General Motors (GM) kembali membuat kejutan di dunia otomotif dan teknologi. Perusahaan asal Amerika Serikat itu mengungkap bahwa hampir 90 persen kode perangkat lunak untuk teknologi mobil otonom mereka kini ditulis menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Ilustrasi AI di Industri Energi ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh CEO GM, Mary Barra, dalam laporan keuangan kuartal pertama 2026. Langkah ini menunjukkan bagaimana AI kini bukan lagi sekadar fitur tambahan, tetapi sudah menjadi bagian utama dalam pengembangan kendaraan masa depan.Menurut Barra, dikutip VIVA dari Carscoops 1 Mei 2026, penggunaan AI membantu GM mempercepat pengembangan teknologi autonomous driving atau sistem berkendara tanpa campur tangan manusia. AI digunakan untuk menghasilkan kode perangkat lunak dalam jumlah besar yang sebelumnya harus ditulis manual oleh para engineer.Teknologi ini nantinya akan menjadi fondasi generasi terbaru Super Cruise, sistem bantuan berkendara milik GM yang sudah tersedia di berbagai model Cadillac, Chevrolet, GMC, dan Buick.GM bahkan berencana menghadirkan fitur “eyes-off, hands-off driving” pada 2028. Artinya, pengemudi nantinya bisa melepas tangan dari setir dan tidak perlu terus melihat jalan dalam kondisi tertentu di jalan tol.Generasi baru Super Cruise disebut akan menggunakan kombinasi lidar, radar, dan kamera beresolusi tinggi untuk membaca kondisi jalan secara real-time. Sistem tersebut juga akan menampilkan lampu indikator berwarna turquoise untuk memberi tahu pengguna lain bahwa kendaraan sedang berjalan secara otomatis.GM menyebut pengembangan AI ini dilakukan dengan memanfaatkan jutaan mil data berkendara nyata. Bahkan perusahaan mengklaim sistem mereka kini dilatih menggunakan simulasi yang berjalan hingga 50 ribu kali lebih cepat dibanding kondisi dunia nyata.Selain pengujian virtual, GM juga mulai memperluas pengujian kendaraan otomatis mereka di jalan umum Amerika Serikat dengan pengawasan langsung.Langkah besar GM ini muncul setelah perusahaan menutup divisi robotaxi Cruise pada akhir 2024 akibat berbagai kontroversi dan masalah regulasi. Teknologi serta tim Cruise kini digabungkan ke pengembangan Super Cruise.Meski sempat mendapat kritik karena kegagalan proyek robotaxi, GM tampaknya belum menyerah di sektor kendaraan otonom. Perusahaan kini memilih fokus pada fitur autonomous driving untuk mobil pribadi dibanding layanan taksi tanpa sopir.Menurut data terbaru, pengguna GM sudah menempuh lebih dari satu miliar mil menggunakan Super Cruise secara hands-free. Angka tersebut menjadi salah satu modal penting GM untuk melatih sistem AI mereka.Penggunaan AI untuk menulis sebagian besar kode kendaraan ternyata memunculkan banyak reaksi di internet. Sebagian pengguna Reddit menganggap langkah tersebut menarik dan menjadi masa depan industri otomotif. Namun tidak sedikit pula yang merasa khawatir terhadap keamanan teknologi AI dalam kendaraan.Beberapa pengguna bahkan mempertanyakan apakah AI benar-benar cukup aman untuk menangani sistem berkendara otomatis yang menyangkut keselamatan manusia. Ada pula yang mengkritik tren industri otomotif yang semakin bergantung pada software dan langganan digital.Meski begitu, GM terlihat sangat serius mengembangkan teknologi AI di seluruh lini bisnis mereka. Bahkan perusahaan juga mulai menghadirkan asisten AI Google Gemini ke jutaan kendaraan GM terbaru melalui pembaruan software OTA (over-the-air). ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Teknologi AI di mobilApa yang dilakukan GM menunjukkan bahwa persaingan industri otomotif kini bukan hanya soal mesin dan desain, tetapi juga kemampuan software serta AI. Produsen mobil berlomba menghadirkan kendaraan yang lebih pintar, lebih otomatis, dan mampu belajar dari jutaan data pengguna.