Membeli bohlam lampu depan (headlamp), ditentukan oleh tipe soket yang digunakan. Agak berbeda dengan komponen lain yang umumnya merujuk pada tipe kendaraan. "Untuk bohlam sudah ada standar international ECE dengan menggunakan soket pada bawaan bohlam pabrikan," jelas Suhendra Hanafiah, Brand Manager PIAA, Sumber Berkat Group. Suhendra menjelaskan setiap jenis soket memiliki karakteristik fisik yang spesifik dan tidak dapat ditukar satu sama lain. Dalam kode bohlam Halogen ada kode soket H1, H3, H4, H7, Hingga H16. Ada pula dengan kode soket HB1, HB2, HB3 dan HB 4 serta R2. "Jadi, biasanya penjual toko akan menyebutkan kode tersebut untuk tiap kendaraan," ulas Suhendra. Misalkan untuk kendaraan sejuta umat Toyota Avanza akan sam dengan Daihatsu Xenia. "Tipe kendaraan tersebut menggunakan kode H4 dengan tiga kaki. Untuk lampu jauh sekaligus dekat dalam satu bohlam," ulas Suhendra. Sementara untuk mobil-mobil tahun baru menggunakan dua bohlam yang berbeda, untuk kampu jauh dan lampu dekat. "Kode soketnya adalah HB3 dan HB4, HB3 untuk jauh, HB4 untuk dekat. Contohnya Toyota Fortuner atau Camry menggunakan soket ini," sebutnya. Jadi menurut Suhendra, konsumen hanya perlu menyebutkan merek, tipe dan tahun keluaran mobil saja ke penjual. "Penjual pasti akan mencari bohlam yang sesuai dengan soket mobil yang diinginkan," tutupnya