Laporan SNE Research menyatakan bahwa kapasitas terpasang baterai kendaraan listrik (EV) global sepanjang Januari–Oktober 2025 mencapai 933,5 GWh, dengan 68,9 persen berasal dari China. Dominasi ini ditopang oleh tingginya kontribusi enam produsen asal negara tersebut dari total sepuluh pemain terbesar dunia. CATL berada di posisi teratas dengan kapasitas 355,2 GWh atau pangsa 38,1 persen, jauh mengungguli pesaing lainnya. Global xEV Battery Installment BYD menyusul dengan 157,9 GWh dan pangsa 16,9 persen, sekaligus memperkuat posisinya karena memproduksi baterai dan kendaraan listrik dalam satu lini bisnis. Sepanjang kuartal ketiga 2025, penjualan BEV dan PHEV BYD tercatat 5,39 juta unit, tumbuh 31 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, Gotion High-Tech, CALB, EVE Energy, dan SVOLT juga ikut mengangkat dominasi China melalui peningkatan kapasitas yang konsisten. Di luar itu, posisi pemasok asal Korea Selatan dan Jepang mulai tertekan. LG Energy Solution menempati peringkat tiga dengan 86,5 GWh dan tetap memasok untuk Kia, Chevrolet, serta beberapa model Tesla. Ilustrasi Pengisian Daya EV (Jakub Zerdicki/Pexels) Panasonic, SK On, dan Samsung SDI mempertahankan kerja sama dengan pabrikan besar seperti Hyundai, Ford, Volkswagen, BMW, hingga Audi. Namun, tren pangsa pasar menunjukkan tekanan akibat pertumbuhan cepat produsen China. Arah persaingan tidak hanya bergantung pada volume produksi, tetapi juga kedekatan fasilitas dengan lokasi perakitan EV di Eropa dan Amerika Utara. Pabrikan berlomba mengamankan bahan baku sekaligus meningkatkan teknologi melalui kepadatan energi yang lebih tinggi, usia pakai yang lebih panjang, dan rantai pasok yang lebih stabil. Sejumlah analis memperkirakan kompetisi akan semakin sengit setelah 2026, dengan Asia tetap menjadi pusat kekuatan mobil listrik dunia. Bahkan pada 2030, produsen kendaraan listrik asal China diprediksi bisa masuk dalam jajaran sepuluh besar global, mengubah keseimbangan kekuatan di sektor kendaraan listrik global. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang