Target tingkat komponen dalam negeri (TKDN) menjadi salah satu tolok ukur penting dalam pengembangan mobil listrik nasional. Di tengah upaya memperkuat industri otomotif dalam negeri, capaian TKDN tidak hanya dipahami sebagai persoalan angka, tetapi juga mencerminkan kesiapan ekosistem manufaktur, teknologi, dan rantai pasok yang menopangnya. Menurut Harsusanto, Presiden Direktur PT Teknologi Militer Indonesia, kontribusi komponen utama seperti baterai memegang peranan besar dalam meningkatkan kandungan lokal kendaraan listrik. “Baterai saja sudah menyumbang sekitar 35–40 persen TKDN,” ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (15/1/2026). Menurut Harsusanto, kontribusi baterai menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kandungan lokal mobil listrik. Dengan penggunaan baterai berbasis nikel mangan kobalt (NMC) yang diproduksi di dalam negeri, peluang menaikkan TKDN dinilai cukup besar. “Dengan baterai NMC yang diproduksi di dalam negeri, kita optimistis TKDN bisa 60–70 persen,” kata Harsusanto. Mobil listrik konsep I2C di GIIAS 2025. Meski demikian, ia menegaskan bahwa mengejar TKDN penuh sejak awal bukan langkah yang realistis, terutama untuk kendaraan listrik yang teknologinya masih sangat bergantung pada komponen impor tertentu. “Untuk mobil listrik, tidak realistis langsung 100 persen TKDN,” ujarnya. Karena itu, target pengembangan dilakukan secara bertahap. Untuk model pertama, perusahaan memang membidik TKDN pada kisaran 60–70 persen sebagai pijakan awal sebelum masuk ke tahap berikutnya. “Target awal kami memang 60–70 persen untuk model pertama,” kata Harsusanto. Ia menambahkan, peningkatan TKDN akan terus dilakukan seiring berkembangnya ekosistem industri dan kemampuan manufaktur dalam negeri. Pada tahun-tahun berikutnya, kandungan lokal ditargetkan meningkat sejalan dengan bertambahnya komponen yang dapat diproduksi secara domestik. “Di tahun berikutnya, TKDN akan terus ditingkatkan,” ucap Harsusanto. Pendekatan bertahap tersebut dinilai penting agar pengembangan mobil listrik nasional tidak hanya mengejar angka, tetapi juga memastikan keberlanjutan industri dan kualitas produk yang dihasilkan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang