Kehadiran mobil nasional listrik Indigenous Indonesian Car (I2C) mulai menunjukkan titik terang. PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) mengungkapkan bocoran harga dan spesifikasi awal dari kendaraan listrik tersebut, yang diproyeksikan masuk ke segmen menengah ke atas. Presiden Direktur PT TMI, Harsusanto, mengatakan bahwa penentuan harga telah melalui proses perhitungan dan perbandingan dengan kendaraan sekelas yang sudah beredar di pasar. Dari hasil kajian tersebut, I2C dipastikan tidak akan dibanderol terlalu tinggi. "Akhirnya sudah kita hitung dan kita bandingkan dengan kelas sejenis ya. Maka itu, paling mahal Rp 500 juta," ujar Harsusanto, Presiden Direktur PT Teknologi Militer Indonesia (TMI), kepada Kompas.com, belum lama ini. TMI mendapat mandat Presiden RI kembangkan mobil nasional dengan IP lokal, target produksi massal pada 2027-2028. Harga tersebut dinilai cukup kompetitif untuk sebuah mobil listrik nasional, mengingat spesifikasi yang ditawarkan menyasar kebutuhan keluarga dan mobilitas jarak jauh. Selain itu, posisi harga ini diharapkan mampu bersaing dengan produk kendaraan listrik impor. Harsusanto juga membocorkan sejumlah detail teknis utama dari I2C. Salah satunya adalah konfigurasi kabin yang dirancang mampu menampung hingga tujuh penumpang, sehingga menyasar segmen MPV atau SUV keluarga. Harsusanto menambahkan, dirinya memberikan bocoran terkait spesifikasinya, seperti konfigurasi 7-penumpang. Baterainya NMC dengan kapasitas 82 kWh yang diklaim bisa menempuh jarak sekitar 600 km. Mobil listrik konsep I2C di GIIAS 2025. Kapasitas baterai tersebut tergolong besar untuk kendaraan listrik di kelasnya. Dengan jarak tempuh hingga 600 kilometer, I2C diproyeksikan mampu menunjang perjalanan jarak jauh tanpa kekhawatiran pengisian daya yang terlalu sering. Lebih lanjut, pengembangan mobil nasional listrik ini disebut sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian industri otomotif nasional. Kehadiran I2C diharapkan tidak hanya memperluas pilihan kendaraan listrik di Indonesia, tetapi juga memperkuat ekosistem kendaraan ramah lingkungan dalam negeri. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang