Kesadaran soal safety riding di kalangan remaja masih jadi pekerjaan rumah yang belum selesai. Melihat kondisi itu, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) kembali mengaktifkan peran komunitas anak muda lewat program Yamaha Youth Community (Y2C). Menariknya, pendekatan yang dipakai kali ini bukan sekadar edukasi formal, tetapi dibungkus dengan gaya hidup yang dekat dengan keseharian Gen Z. Program Y2C hadir sebagai wadah bagi remaja untuk berekspresi sekaligus membangun kebiasaan berkendara yang lebih aman. Yamaha menggandeng para member Y2C di lima kota besar, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Makassar, dan Pekanbaru untuk menjadi representasi young brand ambassador sekaligus duta safety riding di lingkungan mereka masing-masing. Lewat program ini, para anggota komunitas dibekali edukasi tentang keselamatan berkendara hingga pemahaman dasar soal etika di jalan raya. Menariknya, Yamaha tidak hanya ingin mereka paham secara teori, tetapi juga mampu menyebarkan pesan positif tersebut ke teman-teman sebaya, termasuk di lingkungan sekolah. “Melalui Y2C, kami ingin menghadirkan pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda dalam menyampaikan pesan safety riding dengan melibatkan mereka secara langsung, sehingga pesan ini terasa lebih relevan karena datang dari sesama remaja. Bagi Yamaha, generasi muda bukan hanya pengguna, tetapi juga penggerak perubahan. Kami ingin mendorong mereka menjadikan safety riding sebagai bagian dari gaya hidup, bukan sekadar aturan, melainkan sesuatu yang keren dan membanggakan, dengan pendekatan yang seru, kreatif, dan dekat dengan keseharian mereka.” ujar Rifki Maulana, Manager Public Relation, PRA & Community, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg. Tak berhenti di sesi edukasi, Yamaha juga menggabungkan konsep lifestyle dan digital activity dalam program ini. Para member Y2C didorong aktif menjadi content creator yang menyebarkan kampanye safety riding melalui media sosial. Strategi ini dianggap lebih efektif untuk menjangkau audiens muda yang sehari-hari lekat dengan platform digital. Berbagai aktivitas pun dikemas dengan konsep skill up yang fun dan experiential. Mulai dari pottery class, riding bareng, eksplorasi taman bermain, hingga workshop safety riding interaktif. Seluruh kegiatan dirancang agar pesan keselamatan berkendara terasa lebih ringan, relevan, dan tidak menggurui. Melalui program tersebut, Yamaha berharap budaya safety riding bisa tumbuh secara organik di kalangan remaja. Tak lagi sekadar kewajiban saat berkendara, namun jadi bagian dari identitas dan gaya hidup generasi muda masa kini.