1 menjadi salah satu motor bebek terbaru yang paling dinantikan penggemar roda dua di Indonesia. Bebek bergaya adventure ini lebih dulu meluncur di Thailand, Malaysia, dan Vietnam, serta mendapat respons positif berkat desain unik dan karakter penjelajahnya. Namun hingga pertengahan 2026, Yamaha PG-1 masih belum dipasarkan resmi di Indonesia. Bahkan, importir umum (IU) pun ternyata enggan menjual motor tersebut karena harga jualnya dinilai bakal melambung tinggi. Ilustrasi Yamaha PG-1 Kamal Firhad, pemilik diler Safari Motor di Jakarta Barat, mengatakan bahwa komponen pajak bagi motor CBU (Completely Built Up) membuat harga Yamaha PG-1 melonjak jauh dibanding harga aslinya di Thailand. “Yamaha PG-1 itu mahal banget, dari Thailand. Di sana itu kan sama kayak Honda CT125, kisaran harga Rp 30 jutaan sampai Rp 40 jutaan. Kalau sampai di sini bisa tembus Rp 90 juta,” ujar Kamal, kepada Kompas.com (11/5/2026). Seperti diketahui, motor impor dikenakan bea masuk, PPN 12 persen, PPh 22, hingga PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah). Bebek trail Yamaha PG-1 meluncur di Thailand International Motor Expo 2023 Kondisi itu membuat importir umum harus berpikir ulang untuk membawa Yamaha PG-1 ke Indonesia. Sebab, harga akhirnya dinilai terlalu tinggi untuk sebuah motor bebek kapasitas 115 cc. Padahal secara desain dan konsep, Yamaha PG-1 punya daya tarik tersendiri. Motor ini mengusung gaya bebek adventure dengan sentuhan retro-modern. Antara lain punya ciri suspensi depan panjang seperti motor sport, serta penggunaan ban dual-purpose yang cocok untuk jalan aspal maupun semi off-road ringan. Bebek trail Yamaha PG-1 meluncur di Thailand International Motor Expo 2023 Dari sisi performa, Yamaha PG-1 dibekali mesin 114 cc 4-tak berpendingin udara dengan transmisi 4-percepatan tanpa kopling manual. Di Thailand, mesin berbasis Yamaha Finn tersebut menghasilkan tenaga 8,7 PS atau sekitar 7 Tk dan torsi 9,53 Nm. Posisi duduk santai dan dimensi ringkas membuat motor ini dianggap menarik untuk kebutuhan harian sekaligus touring ringan. Tak sedikit penggemar motor hobi di Indonesia berharap Yamaha menghadirkan model ini secara resmi. Sebelumnya, Manager Public Relation Community & YRA PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Rifki Maulana, menjelaskan bahwa pasar motor bebek di Indonesia saat ini berbeda dibanding negara lain di Asia Tenggara. Bebek trail Yamaha PG-1 meluncur di Thailand International Motor Expo 2023 "PG-1 di market yang demand moped-nya tinggi. Tinggi itu masih memang bisa dibilang 50:50 lah sama skuter gitu. Itu memang hype," ujar Rifki kepada wartawan pada April lalu. Menurut Rifki, pasar motor bebek di Indonesia kini semakin segmented, setelah dominasi skuter matik semakin kuat. "Semua moped di Indonesia itu berapa besar sih? Dari demand secara nasional yang sebesar itu, tiga unit yang masih kita punya untuk jual kita rasa masih cukup untuk kebutuhan pasar Indonesia," kata Rifki. Dengan kondisi tersebut, Yamaha PG-1 tampaknya masih akan menjadi motor “angan-angan” bagi sebagian penggemar di Indonesia. Sebab selain belum dipasarkan resmi, harga versi impor juga dinilai terlalu tinggi untuk masuk pasar massal. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang