PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) sedang mengembangkan mobil nasional atau yang disebut kendaraan listrik asli Indonesia. Dalam pengembangannya, perusahaan otomotif terkemuka dari luar pun ikut dilibatkan. Harsusanto, Presiden Direktur PT TMI, mengatakan, pihaknya berkolaborasi juga dengan Italdesign. Hasil kolaborasinya tertuang pada model yang dibuat oleh Indigenous Industries Car (I2C). Untuk diketahui, Italdesign merupakan perusahaan desain otomotif yang bermarkas di Moncalieri, Turin, Italia. Nama besar Italdesign lekat dengan reputasinya sebagai perancang berbagai model mobil ikonik dunia. Perusahaan ini didirikan pada 1968 oleh dua sosok berpengaruh di industri otomotif, Giorgetto Giugiaro dan Aldo Mantovani. Proyek mobil nasional I2C yang digarap oleh PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) Pada proyek ini, proses perancangan justru melibatkan talenta dalam negeri. Mobil tersebut sepenuhnya didesain oleh desainer Indonesia, dengan Italdesign berperan memberikan masukan dari sisi desain dan pengembangan. Tercatat, lima orang desainer asal Indonesia menggarap proyek ini dengan mengusung tema Nusantara Cultural. Hasil pengembangan tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk *clay model* berskala 1:1, yang merepresentasikan desain akhir kendaraan secara utuh. Modelnya sempat dipamerkan pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. Kekayaan intelektual hingga seluruh hak cipta kendaraan ini dimiliki sepenuhnya oleh Indonesia. Mulai dari perangkat lunak, sistem integrasi, hingga perangkat pendukung dikembangkan secara mandiri, sementara komponen baterai dan motor listrik dipasok oleh vendor global. Proyek mobil nasional I2C yang digarap oleh PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) Keseluruhan desain i2C juga mempertimbangkan aspek kesiapan produksi. Ketersediaan perkakas dan pasokan lokal menjadi faktor utama agar proses manufaktur tetap efisien dan tidak memicu pembengkakan biaya produksi. "Diketahui, dalam waktu kita mendesain I2C ini, kita sudah memperhitungkan nanti kira-kira komponennya yang tidak sulit didapatkan," ujar Harsusanto, kepada Kompas.com, belum lama ini. Proyek mobil nasional I2C yang digarap oleh PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) "Jadi, partner kita di Italia, Italdesign, dia punya database build of material komponen. Kita akan pilih kira-kira yang bisa dibuat di Indonesia yang mana," kata Harsusanto. Dikutip dari Italdesign.it, Selasa (20/1/2026), bahasa desain eksterior i2C mengusung karakter berlekuk dan mengotak, dengan volume yang tegas serta proporsi yang kokoh. Wajah depan yang tegak dan sisi bodi berlekuk menegaskan kesan tangguh, sementara bagian belakang yang dipangkas berkontribusi pada peningkatan aerodinamika sekaligus optimalisasi ruang kabin. Proyek mobil nasional I2C yang digarap oleh PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) Pada bagian interior, pendekatan desain yang diambil cenderung bersih dan esensial. Garis-garis sederhana menekankan keteraturan dan fungsi, dipadukan dengan detail khas yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara bernuansa premium. Nilai budaya Indonesia menjadi elemen penting dalam keseluruhan konsep I2C. Sejumlah simbol ikonik seperti Garuda, lambang kekuatan, kebijaksanaan, dan kedaulatan nasional, serta motif batik sebagai representasi kekayaan seni daerah, diintegrasikan secara harmonis ke dalam desain kendaraan. Elemen-elemen tersebut bukan sekadar ornamen, melainkan bagian dari narasi visual yang diterjemahkan ulang dalam pendekatan kontemporer. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang