Ada delapan klaster program prioritas yang bakal digarap pemerintah. Pengembangan mobil dan motor nasional termasuk di dalamnya.Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengungkap ada 60 program prioritas yang bakal dijalankan pemerintah tahun 2027. 60 program itu, terdiri dari delapan klaster yaitu kedaulatan dan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastuktur, perumahan, dan ketahanan bencana, ekonomi kerakyatan dan desa, serta penurunan kemiskinan. Khusus klaster hilirisasi dan industrialisasi, rupanya ada program pengembangan mobil nasional dan motor nasional."Kami telah merincikan delapan klaster PKPN (Program Kerja Prioritas Nasional) yang akan dilaksanakan sampai nanti tahun 2029. PKPN ini dilaksanakan melalui delapan klaster utama dengan total 60 program untuk memperkuat kemandirian bangsa," jelas Rachmat dalam tayangan Rakorbangpus 2026 dalam Rangka Penyusunan RKP tahun 2027 yang disiarkan secara dari Youtube Bappenas RI.Presiden Prabowo Subianto memang sudah berulang kali menyatakan keinginannya untuk membuat kendaraan nasional sendiri. Tak terbatas di mobil, bahkan ada motor, hingga bus dan truk juga diharapkan bisa diproduksi sendiri. Terbaru, Prabowo mengungkap RI bakal memproduksi sedan listrik secara besar-besaran."Saya sangat bangga kita sekarang di Indonesia punya kemampuan untuk produksi bus dan truk dari listrik. Ini sangat-sangat penting dan memang rencana kita saya berharap di tahun 2028, kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik," ucap Prabowo belum lama ini.Khusus program mobil nasional, konon bakal digarap oleh PT Pindad. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto belum lama ini juga menyebut pabrik mobil nasional Pindad itu akan berdiri di Karawang, Jawa Barat. Sedan listrik pun termasuk salah satu di antara pengembangan mobil nasional yang digarap oleh Pindad."Mobil nasional sedang disiapkan oleh Pindad. Jadi, ada kawasan di Karawang, tentu nanti kita berharap kapasitas (produksinya) bisa dinaikkan bertahap," ujar Airlangga.