Nissan Motor tengah mempertimbangkan peluang kerja sama dengan Honda Motor untuk mengembangkan kendaraan dan powertrain di Amerika Serikat (AS). Hal ini diungkapkan CEO Nissan, Ivan Espinosa, dalam wawancara dengan harian bisnis Nikkei yang dikutip Reuters, Minggu (16/11/2025). Rencana kolaborasi ini mencuat setelah upaya merger kedua perusahaan pada tahun lalu urung terlaksana. Pembahasan dihentikan pada Februari 2025 karena perbedaan pandangan, termasuk terkait pembagian kendali dalam struktur baru. Ivan Espinosa, CEO Nissan Motor Corporation yang baru Espinosa menegaskan bahwa saat ini tidak ada pembicaraan lanjutan mengenai merger maupun aliansi modal. Setelah resmi memimpin Nissan pada April 2025, Espinosa langsung memulai restrukturisasi besar untuk memperbaiki kinerja perusahaan. Salah satu langkahnya, memangkas sekitar 15 persen tenaga kerja global dan menyusutkan jumlah pabrik dari 17 menjadi 10 guna menekan biaya dan meningkatkan efisiensi operasi. “Kami mendiskusikan berbagai bentuk kolaborasi, termasuk peluang saling melengkapi lini produk. Namun belum ada keputusan yang bisa diumumkan,” tulis perusahaan. Potensi kerja sama itu tidak lepas dari kondisi pasar AS yang menjadi arena penting bagi kedua pabrikan. Nissan menghadapi tantangan karena portofolio kendaraan hybrid yang relatif lemah, sementara Honda unggul di segmen tersebut. Laporan juga menyebut bahwa Nissan tengah mengkaji kemungkinan memproduksi pikap untuk Honda di pabriknya di AS yang tingkat pemanfaatannya masih rendah. Meski demikian, kinerja Nissan di kawasan tersebut menunjukkan tren positif. Pada kuartal kedua, penjualan di Amerika Utara tumbuh hampir 7 persen, didorong strategi pemasaran yang lebih selektif dan fokus yang lebih besar pada penjualan ritel. Desain depan Honda 0 Alpha, punya logo baru perusahaan dengan bahasa desain segar. Honda pun sangat bergantung pada pasar AS, yang menyumbang lebih dari dua perlima penjualan globalnya. Namun perusahaan itu harus menurunkan proyeksi laba operasional tahunannya akibat gangguan pasokan chip dari Nexperia. Dampak tersebut memaksa Honda memangkas target penjualan kendaraan di Amerika Utara untuk tahun fiskal ini sebanyak 110.000 unit. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.