PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) mendapat tugas untuk mengembangkan mobil nasional dengan membentuk tim khusus Indigenous Indonesian Car (i2C). Tak hanya SUV 7-penumpang saja yang akan dibuat, tapi versi 5-penumpang juga akan menyusul. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Direktur PT TMI Harsusanto. Dia mengatakan, pada tahun kedua setelah mobil nasional meluncur, pihaknya akan segera meluncurkan model lain. "Kita di tahun kedua atau ketiga, kita akan bikin model yang kedua. Karena kalau tidak begitu, orang nanti akan bosan," ujar Harsusanto, kepada Kompas.com, belum lama ini. Proyek mobil nasional I2C yang digarap oleh PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) "Jadi, setelah i2C mobil yang sekarang 7-seater, kita di tahun kedua akan keluarkan yang 5-seater," kata Harsusanto. Harsusanto menambahkan, pihaknya dalam mengembangkan kendaraan listrik asli Indonesia tersebut juga menggandeng banyak pihak, termasuk dari kalangan akademisi atau universitas. Proyek mobil nasional I2C yang digarap oleh PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) "Kita juga melibatkan universitas atau lembaga lain, ada ITB, ITS, ada UI. Mereka dilibatkan dalam hal desain. Bahkan, UI pun sudah bekerja sama dengan Italdesign. Kemudian, ITS sudah mengembangkan sel baterai," ujarnya. Harsusanto menambahkan, pengembangan mobil nasional tersebut juga ada campur tangan dari jebolan pabrikan mobil ternama, seperti Audi, BMW, dan juga grup Astra. Semua turut berkolaborasi untuk Indonesia. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang