Pergerakan pemudik yang menggunakan angkutan darat pada Lebaran 2026, menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Moda transportasi ini tetap menjadi salah satu pilihan utama masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik, baik untuk bus antarkota maupun layanan travel. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, jumlah penumpang angkutan darat secara kumulatif sejak H-8 hingga H-1 atau 13–20 Maret 2026 mencapai 1.587.060 orang. Penumpang bus di terminal Pulogebang ketika menunggu bus mereka tiba, Sabtu (20/12/2025). Jumlah tersebut mengalami kenaikan 9,18 persen dibandingkan periode yang sama pada Lebaran 2025 yang tercatat sebanyak 1.453.679 orang. Jika dibandingkan dengan total pergerakan penumpang angkutan umum yang mencapai 10.003.583 orang, kontribusi angkutan darat berada di kisaran 15–16 persen dari keseluruhan moda transportasi. Artinya, sekitar satu dari enam pemudik yang menggunakan angkutan umum memilih jalur darat sebagai moda perjalanan mereka. Kendaraan pribadi (kiri) menggunakan jalur rekayasa lalu lintas lawan arah atau contraflow untuk menghindari kemacetan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 47 di Karawang, Jawa Barat, Kamis (19/3/2026). Pada H-2 Lebaran lalu lintas Tol Jakarta-Cikampek masih dipadati kendaraan pemudik menuju Gerbang Tol Cikampek Utama. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/rwa. Kenaikan ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap angkutan darat yang dinilai lebih fleksibel dan terjangkau, terutama untuk perjalanan jarak menengah hingga jauh. Selain itu, kemudahan akses ke terminal dan banyaknya pilihan rute juga menjadi faktor pendukung. 1 Lebaran atau 20 Maret 2026 saja, jumlah penumpang angkutan darat mencapai 161.054 orang. Dari total tersebut, sebanyak 145.340 orang menggunakan bus, sementara 15.714 lainnya memilih layanan travel. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Ernita Titis Dewi, mengingatkan masyarakat untuk mulai mengantisipasi arus balik yang diperkirakan mencapai puncaknya pada H+3 Lebaran. Sejumlah pemudik menunggu bus yang mereka tumpangi tiba di Terminal Kampung Rambutan, Senin (9/3/2026). “Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan arus balik lebih awal menghindari waktu-waktu puncak, serta mempertimbangkan alternatif jadwal perjalanan guna mengurangi kepadatan serta memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman,” ujar Titis, dalam keterangan resmi (21/3/2026). Ia juga menekankan pentingnya kesiapan pribadi sebelum melakukan perjalanan, dari kondisi fisik hingga perlengkapan yang dibawa. “Kepatuhan terhadap arahan petugas di lapangan juga menjadi kunci dalam menjaga kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan selama arus balik Lebaran 2026,” kata dia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang