Toyota Veloz Hybrid menggebrak pasar otomotif Indonesia. Mobil ini menjadi amunisi baru Toyota yang menyasar segmen Low MPV dengan sistem penggerak hibrida. Veloz Hybrid diproduksi di Indonesia dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang cukup tinggi, yakni sekitar 65 persen. Mesin Toyota New Veloz Hybrid EV "TKDN 65 persen. Veloz (Hybrid) ya," kata Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang ditemui saat peluncuran di Tangerang, pekan lalu. Angka tersebut memang lebih rendah dibandingkan Veloz sebelumnya yang bermesin bensin. Namun, hal itu terjadi karena Veloz Hybrid merupakan model baru. "Karena ini kan baru. New category, kan. Jadi kita nggak bisa bandingin dengan yang lalu (Veloz lama). Kategori baru," kata Nandi. "Kalau yang lalu kan 80 (persen) ya, yang sekarang Avanza pun juga naik, kan. Karena kita tambah, transmisi," ujar Nandi. Toyota Veloz Hybrid meluncur di GJAW 2025 Toyota belum mengungkap spesifikasi perinci Veloz Hybrid. Namun, Nandi mengonfirmasi bahwa mesin Veloz Hybrid serupa dengan yang dipakai Yaris Cross Hybrid. "Mesinnya sama," kata Nandi. Bocoran spesifikasi lebih lengkap datang dari salah seorang penjual mobil Toyota di Jakarta yang mengatakan mobil ini mengusung teknologi Toyota Hybrid System (THS). “Mobil ini menggunakan mesin 1.500 cc, 2NR-VEX, mirip punya Yaris Cross Hybrid, dengan tenaga mesin bensin 91 PS (89,75 Tk) dan torsi 121 Nm, sedangkan motor listriknya 80 PS (78,9 Tk) dengan torsi 141 Nm,” ucapnya. Di atas kertas, mobil ini mampu menempuh kecepatan 0 sampai 100 Km per jam dalam 11,5 detik. Sementara konsumsi BBM rata-rata tembus 25,8 Km per liter. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.