Geely Auto Indonesia sudah merakit lokal ketiga modelnya. Targetnya, Geely ingin menjadi merek mobil China dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) terbesar di Indonesia. Saat ini, pemerintah memberikan insentif untuk semua pabrikan yang mau memasarkan mobil listrik dengan jumlah TKDN minimal 40 persen. Sehingga, transisi menuju kendaraan listrik bisa dipercepat. Constantinus Herlijoso, Sales & Channel Development Director of Geely Auto Indonesia, mengatakan, Geely berkomitmen untuk hadir dalam jangka panjang dengan memperkuat lokalisasi produk. Geely EX2 mulai dirakit secara lokal di fasilitas milik PT Handal Indonesia Motor Bagi Geely, peningkatan kandungan lokal bukan sekadar memenuhi syarat insentif, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang. Dengan memperkuat basis produksi dalam negeri, Geely ingin meningkatkan daya saing produknya sekaligus memperdalam integrasi dengan industri otomotif nasional. "Kami mentargetkan tingkat komponen dalam negeri sebesar 60 persen untuk model yang sudah meluncur dan menjadi merek mobil China yang pertama di Indonesia," ujar Herlijoso, saat ditemui di Jakarta, Selasa (20/1/2026). "Dengan produksi kuat di pasar lokal, Geely ingin berkontribusi pada pengurangan emisi karbon, menciptakan lapangan kerja, dan pengangkatan supply chain otomotif di Indonesia," kata Herlijoso. Geely mulai produksi lokal produknya di pabrikan Handal Belum lama ini, Geely Auto Indonesia sudah resmi merakit secara lokal EX2. Perakitan dilakukan di fasilitas milik PT Handal Indonesia Motor (HIM) di Purwakarta, Jawa Barat. Disebutkan bahwa mobil listrik tersebut nilai TKDN-nya sudah mencapai 46,5 persen. Selain EX2, dua model lainnya yang sudah meluncur juga sudah dirakit secara lokal, yakni mobil listrik EX5 dan mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) Starray EM-i. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang