Polytron mengukuhkan posisinya sebagai pemain utama di industri motor listrik nasional sepanjang 2025. Di tengah penurunan pasar secara keseluruhan, Polytron mengeklaim tetap menjadi merek motor listrik paling laris di Indonesia. Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo mengatakan, perusahaan meraih pangsa pasar nomor satu di segmen kendaraan listrik roda dua. Meski demikian, manajemen Polytron memilih bersikap hati-hati dalam menyampaikan klaim tersebut ke publik. Ilustrasi motor listrik Polytron di PRJ 2025 “Kalau saya yang ngomong nanti lucu dong, karena kita bukan perusahaan terbuka. Tapi kalau ada yang lain, ya kita terima,” ujar Tekno di Jakarta, Selasa (20/1/2026). Klaim pangsa pasar Polytron mengacu pada data penjualan motor listrik nasional yang dirilis Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli). Dari data tersebut, Polytron melakukan evaluasi posisi mereka di pasar. “Sebenarnya Aismoli itu merilis angka. Totalnya sudah disebutkan oleh asosiasi. Dari angka itu kita bercermin. Kurang lebih, kita itu sekitar 60 persen dari total angka yang dirilis Aismoli,” ucap Head of Group Product Electric Vehicle 2W Polytron, Ilman Fachrian Fadly, pada kesempatan yang sama. Diler baru motor listrik Polytron di Erajaya Digital Complex PIK 2, Jakarta Utara Berdasarkan data Surat Registrasi Uji Tipe (SRUT) KBLBB yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan, penjualan sepeda motor listrik di Indonesia sepanjang 2025 tercatat sebanyak 55.059 unit. Angka tersebut disampaikan Ketua Umum Aismoli, Budi Setiyadi. "Penjualan tahun 2025 sebanyak 55.000 unit. Itu berdasarkan SRUT. Jadi SRUT itu setiap kendaraan yang nanti akan didaftarkan di polisi harus ada SRUT-nya," ujar Budi, kepada Kompas.com (5/1/2026). Jika berkaca dari data penjualan tersebut, artinya Polytron meraih sekitar 33.000 unit sepanjang tahun lalu. Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, saat menyampaikan paparan mengenai motor listrik Polytron di Jakarta (20/1/2026). Sementara itu, Budi mengatakan, Aismoli tidak merilis data penjualan secara lebih perinci per merek karena mekanisme pelaporan industri sepeda motor listrik berbeda dengan kendaraan roda empat. Hal inilah yang membuat data SRUT menjadi salah satu acuan utama untuk membaca kondisi pasar motor listrik nasional. Meski sebenarnya perbandingan tersebut masih kurang relevan, karena SRUT merupakan angka registrasi. Sebagai informasi, dibandingkan dengan capaian tahun 2024 yang mencapai 77.078 unit, penjualan motor listrik pada 2025 yang berada di angka 55.059 unit berarti mengalami penurunan sekitar 28,6 persen. Selain itu, penjualan motor listrik nasional berdasarkan SRUT KBLBB Kemenhub menunjukkan tren yang fluktuatif. Dari 10.546 unit pada 2021, meningkat menjadi 17.198 unit pada 2022, melonjak ke 62.409 unit pada 2023, mencapai puncak 77.078 unit pada 2024, lalu terkoreksi ke 55.059 unit pada 2025. Di tengah penurunan pasar tersebut, klaim Polytron menguasai sekitar 60 persen pangsa pasar mempertegas posisi merek lokal ini sebagai pemimpin pasar motor listrik di Indonesia sepanjang 2025. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang