PT Chery Sales Indonesia (CSI) menerapkan pendekatan berbeda dalam menyasar pasar kendaraan terjangkau di Indonesia. Alih-alih langsung masuk ke segmen Low Cost Green Car (LCGC), merek asal China tersebut memilih strategi “mendekati LCGC” melalui penawaran value for money, meski harga produknya berada sedikit di atas segmen tersebut. Menurut Sulistyo Nugroho, Head of Dealer Network Development PT Chery Sales Indonesia (CSI), hingga saat ini pihaknya belum memiliki rencana pasti untuk menghadirkan produk yang benar-benar bermain di segmen LCGC. Fokus perusahaan masih tertuju pada pemanfaatan lini produk yang sudah ada. “Kalau kita bicara sekarang, kita bicara produk yang kita miliki sekarang. Memang bukan LCGC,” ujarnya di Tangerang, Senin (5/1/2026). Meski begitu, Sulistyo menegaskan bahwa beberapa produk Chery memiliki karakter yang dinilai masih relevan bagi konsumen LCGC, terutama dari sisi harga dan nilai yang ditawarkan. Ia menyebut, Chery berupaya menjaga agar harga produknya tidak melonjak terlalu jauh dari segmen tersebut. Test drive Chery Tiggo Cross CSH “Setidaknya mendekati ke arah sana, tidak melonjak jauh. Kalau bicara produk, mungkin di kisaran harga Rp 200 juta sampai Rp 400 juta,” kata Sulistyo. Dalam strategi tersebut, Tiggo Cross disebut sebagai salah satu model yang berpotensi menarik minat konsumen LCGC yang ingin naik kelas. Meski harganya berada sedikit di atas mobil LCGC, model ini diklaim menawarkan keunggulan dari sisi fitur, kenyamanan, dan value yang lebih tinggi. “Value dan advantage-nya bisa kita arahkan ke orang-orang yang mungkin sebelumnya berada di harga LCGC, supaya mereka melihat produk kami sebagai alternatif,” ujar Sulistyo. Pendekatan value for money juga diterapkan Chery pada produk di segmen yang lebih tinggi. Salah satunya melalui penerapan teknologi Chery Super Hybrid (CSH) pada Tiggo 8 Cross, yang diklaim tetap kompetitif jika dibandingkan antara harga dan teknologi yang ditawarkan. “Walaupun memang tidak benar-benar sama dengan segmen LCGC, kami cukup confident karena bicara value for money, termasuk pada CSH di Tiggo 8 Cross,” kata Sulistyo. Dengan strategi tersebut, Chery berharap dapat memperluas basis konsumen tanpa harus masuk langsung ke segmen LCGC. Perusahaan menilai pendekatan berbasis nilai dan keunggulan produk masih relevan di tengah persaingan pasar otomotif nasional yang semakin ketat. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang