Toyota BZ3 Langkah ini dilakukan melalui dua perusahaan patungan, yakni GAC Toyota dan FAW Toyota, di tengah ketatnya persaingan kendaraan listrik di Negeri Tirai Bambu. GULIR UNTUK LANJUT BACA Seperti dilansir VIVA Otomotif dari Carscoops, Selasa 31 Maret 2026, bZ3X sebagai model sport utility vehicle (SUV) menjadi sorotan utama. Mobil listrik yang meluncur pada awal 2025 ini sebelumnya dibanderol mulai 109.800 yuan atau sekitar Rp 240 jutaan. Kini, harganya turun menjadi 99.800 yuan atau setara Rp 220 jutaan.Penurunan harga tersebut dilakukan untuk merayakan pencapaian penjualan 80.000 unit dalam satu tahun pertama. Capaian ini sekaligus menegaskan tingginya minat konsumen terhadap SUV listrik dengan harga terjangkau.Secara spesifikasi, bZ3X dibekali baterai 50 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 430 kilometer berdasarkan standar CLTC. Motor listriknya menghasilkan tenaga sekitar 221 dk.Selain itu, tersedia pula opsi baterai 58 kWh dan 68 kWh yang menawarkan jarak tempuh lebih jauh, hingga 610 kilometer. Dengan kombinasi harga dan spesifikasi tersebut, tidak mengherankan jika model ini sempat menjadi EV joint venture terlaris selama lima bulan berturut-turut sejak September 2025.Sementara itu, model sedan bZ3 juga mendapatkan penyesuaian harga. Mobil listrik ini kini dijual mulai 93.800 yuan atau sekitar Rp 200 jutaan, lebih rendah dari harga awal saat peluncuran.bZ3 menggunakan teknologi baterai Blade dari BYD yang dikenal memiliki efisiensi tinggi. Tersedia dua pilihan kapasitas baterai, yakni 49,9 kWh dan 65,3 kWh, dengan klaim jarak tempuh antara 517 kilometer hingga 616 kilometer.Tidak hanya unggul dari sisi harga dan efisiensi, fitur yang ditawarkan juga tergolong lengkap. Mulai dari layar infotainment berukuran 15,6 inci, panel instrumen digital, panoramic sunroof, hingga pengisian daya nirkabel ganda untuk ponsel.Selain itu, sedan ini juga telah dilengkapi teknologi LiDAR serta fitur bantuan berkendara semi otonom Level 2, yang umumnya ditemukan pada kendaraan dengan harga lebih tinggi. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Kondisi ini mencerminkan dinamika pasar kendaraan listrik di China yang sangat kompetitif. Produsen berlomba-lomba menghadirkan produk dengan harga terjangkau namun tetap kaya fitur.Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin strategi serupa akan berdampak pada pasar global, termasuk Indonesia, sehingga membuka peluang hadirnya mobil listrik dengan harga yang semakin terjangkau bagi konsumen.