Pasar otomotif nasional masih dibayangi tekanan pada segmen-segmen yang selama ini mengandalkan konsumen pembeli mobil pertama atau first car buyer. Hal ini terlihat dari penurunan beberapa segmen volume terbesar hingga Oktober 2025. Marketing and Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani, menjelaskan bahwa penurunan paling tajam terjadi pada segmen Low Cost Green Car (LCGC). Dibandingkan kinerja Year to Date (YTD) Oktober tahun lalu, LCGC terkoreksi hingga 4,1 persen. “Market yang paling turun itu adalah LCGC. Terus penurunan kedua adalah MPV (Multi Purpose Vehicle) Low. MPV Low turunnya 2,4 persen,” ujar Agung, saat ditemui di Jakarta Pusat, Kamis (27/1/12025). Selain dua segmen tersebut, SUV medium juga ikut melemah meskipun tidak sedalam segmen, yakni turun 1,1 persen. Namun penurunan terbesar tetap dirasakan pada LCGC, segmen yang selama ini menjadi salah satu pilar penjualan Daihatsu. “Paling besar itu LCGC. Market-nya tinggal 16,3 persen, padahal dulunya main di 21,4 persen. Jadi penurunannya paling banyak, secara absolut gede banget, padahal volume-nya paling besar,” kata Agung. Daihatsu Ayla di GIIAS 2025 Segmen-segmen yang mengalami kontraksi tersebut pada dasarnya masih didominasi oleh pembeli mobil pertama. Mulai dari MPV Low, LCGC, hingga sebagian SUV medium di bawah Rp 300 juta masih mengandalkan konsumen yang baru pertama kali membeli mobil. Menurut Agung, pemulihan dan arah pasar tahun depan sangat bergantung pada kondisi ekonomi makro, terutama daya beli masyarakat. Selama indikator ekonomi bergerak positif, pasar potensial ini masih bisa dipertahankan. “Selama ekonomi makro baik, pertumbuhan ekonomi membaik, ada daya beli, setara bulanan sehat, maka dia memiliki daya bayar yang baik juga,” ujarnya. Agung juga menyebut perbedaan karakter konsumen antara pembeli pertama dan pembeli kedua. Jika konsumen pembeli kedua atau second buyer cenderung memakai uang dingin, maka first car buyer sangat bergantung pada kestabilan pendapatan bulanan. Daihatsu melihat bahwa tantangan tahun depan masih terfokus pada segmen-segmen volume besar. Meski tekanan terlihat jelas, peluang tetap terbuka selama daya beli masyarakat pulih dan kebutuhan memiliki mobil pertama tetap tinggi. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang