Penjualan mobil secara wholesales di Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 803.687 unit. Distribusi kendaraan dari pabrik ke diler tersebut masih ditopang oleh segmen mobil penumpang berpenggerak dua roda atau 4x2. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), segmen 4x2 membukukan volume 466.978 unit atau setara 58,1 persen dari total pasar. Dominasi ini menunjukkan bahwa kendaraan dengan fungsi harian, efisiensi bahan bakar, dan biaya kepemilikan yang terjangkau masih menjadi pilihan utama konsumen. Ilustrasi mobil listrik. Pemerintah kembali menerapkan insentif pajak yang ditanggung pemerintah untuk pembelian kendaraan listrik (electric vehicle/EV) pada tahun 2025. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu. Kontribusi terbesar di segmen 4x2 datang dari mobil bermesin kecil dengan kapasitas hingga 1.500 cc. Kelompok ini mencatatkan penjualan sekitar 365.420 unit, seiring tingginya kebutuhan mobilitas di wilayah perkotaan dan suburban. Di tengah kuatnya pasar kendaraan konvensional, tren elektrifikasi (xEV) menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan mencatat 176.144 unit atau setara 21,9 persen terhadap total pasar. Dengan capaian ini, kontribusi BEV terhadap total pasar mobil nasional telah menembus lebih dari 12 persen atau 103.931 unit, menandakan semakin luasnya penerimaan konsumen terhadap kendaraan listrik murni. Sementara itu, segmen Low Cost Energy Saving Car (LCGC) mencatatkan penjualan 122.686 unit atau setara 15,3 persen. Meski tidak sedominan beberapa tahun lalu, LCGC masih menjadi pilihan bagi konsumen mobil pertama dan keluarga dengan pertimbangan efisiensi biaya. Segmen kendaraan niaga ringan juga tetap berperan penting. Penjualan pikap sepanjang 2025 mencapai 107.008 unit atau 13,3 persen, mencerminkan aktivitas sektor usaha kecil, distribusi barang, dan logistik skala menengah yang masih berjalan stabil. Untuk kendaraan niaga berat, penjualan truk tercatat sebanyak 56.754 unit atau 7,1 persen. Adapun segmen double cabin membukukan 22.384 unit atau 2,8 persen, sementara kendaraan berpenggerak empat roda atau 4x4 hanya mencapai 19.252 unit atau 2,4 persen. Daihatsu Sigra menjadi primadone untuk kelas mobil LCGC yang menawarkan berbagai kelebihan dan harganya yang terjangkau didukung dengan layanan One Stop Financial Solution dari Astra Financial yang memberikan keragaman keuntungan. Bus menjadi segmen dengan volume paling kecil, yakni 4.541 unit atau sekitar 0,6 persen dari total wholesales. Kondisi ini menunjukkan pemulihan sektor transportasi massal yang masih berlangsung bertahap. Sedan juga semakin tersisih di pasar otomotif nasional. Sepanjang 2025, kontribusinya hanya sekitar 0,5 persen dari total penjualan, menjadikannya segmen kendaraan penumpang dengan volume terendah. Secara keseluruhan, pasar otomotif Indonesia pada 2025 masih didominasi kendaraan konvensional yang fungsional dan efisien. Namun, lonjakan penjualan mobil listrik menandai pergeseran struktural yang semakin nyata, seiring percepatan adopsi teknologi elektrifikasi di dalam negeri. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang