Pasar mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC) tengah babak belur. Data terbaru menunjukkan angka penjualan mobil di segmen ini merosot tajam sepanjang tahun 2025. Meski begitu, pemerintah memastikan tetap memberikan perhatian khusus bagi mobil "sejuta umat" ini."Kalau kita bicara mengenai segmen mobil murah dan ramah lingkungan atau LCGC. ini juga sama mengalami tekanan penjualan wholesale LCGC pada tahun 2025 mencapai 122.686 unit, turun 30,6% pada tahun yang sebelumnya dan pemerintah dalam hal ini tentu akan tetap memberikan perhatian pada pemulihan pasar LCGC melalui pemberian insentif fiskal yang efektif," Menteri Perindustrian Agus Gumiwang saat di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta, menjelaskan bahwa sejauh ini LCGC masih menjadi bagian dari program besar pemerintah untuk menekan emisi karbon. Insentifnya berupa potongan PPnBM yang berlaku hingga 2031."Kalau LCGC kan saat ini memang masih ada program LCEV (Low Carbon Emission Vehicle) kan," kata Setia Diarta."Ini program kan sampai 2031, perpresnya nanti 2031," tambah dia.Saat disinggung soal insentif fiskal, dia mengatakan saat ini skema pajak untuk mobil LCGC masih mengacu pada aturan yang berlaku, di mana konsumen tetap dikenakan beban Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang tergolong rendah dibandingkan segmen mobil internal combustion engine (ICE) lainnya."Iya (PPnBM dikenakan 3 persen)," singkatnya saat ditanya mengenai tarif pajak yang berlaku saat ini.Berdasarkan data wholesales Gaikindo, LCGC hanya terdistribusi sebanyak 122.686 unit pada sepanjang 2025, minus 31 persen dibanding 2024. Padahal di kuartal pertama 2025, mobil murah ini sempat berjaya dengan rata-rata pengiriman di atas 12 ribu unit per bulan. Namun memasuki kuartal kedua hingga akhir tahun, distribusinya merosot di angka 8-9 ribuan unit saja.Sementara itu, data retail menunjukkan, penjualan LCGC hanya mencapai 130.799 unit. Torehan tersebut turun 27 persen dibandingkan perolehan tahun 2024 yang mencapai 178.726 unit.