Mobil ramah lingkungan dan rendah di kantong atau Low Cost Green Car (LCGC) yang dulu jadi primadona, kini pamornya perlahan mulai luntur. Tahun lalu anjloknya cukup dalam hingga minus 31 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024. Apa sebabnya?Berdasarkan data wholesales Gaikindo, LCGC hanya terdistribusi sebanyak 122.686 unit pada sepanjang 2025, minus 31 persen dibanding 2024. Padahal di kuartal pertama 2025, mobil murah ini sempat berjaya dengan rata-rata pengiriman di atas 12 ribu unit per bulan. Namun memasuki kuartal kedua hingga akhir tahun, distribusinya merosot di angka 8-9 ribuan unit saja.Sementara itu, data retail menunjukkan, penjualan LCGC hanya mencapai 130.799 unit. Torehan tersebut turun 27 persen dibandingkan perolehan tahun 2024 yang mencapai 178.726 unit. Wakil Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM), Henry Tanoto, mengungkapkan bahwa salah satu faktor utama penurunan ini berkaitan erat dengan kondisi di industri pembiayaan.Henry menjelaskan konsumen di segmen LCGC didominasi oleh pembeli mobil pertama yang sangat bergantung pada skema kredit. Namun, tahun lalu industri pembiayaan menghadapi kendala serius terkait rasio kredit macet."Jadi kan memang customer di LCGC ini customer first buyer yang pertama. Jadi kita lihat memang tahun lalu kan ada juga isu-isu di financing seperti NPL (Non-Performing Loan) yang meningkat di industri financing," ungkap Henry Tanoto di Jakarta Selatan, Senin (27/1/2026).Kenaikan NPL ini membuat perusahaan leasing cenderung lebih selektif dalam memberikan persetujuan kredit. Hal inilah yang dirasa memukul daya beli masyarakat yang ingin meminang mobil di segmen "murah" tersebut."Sehingga ini rasanya juga mungkin mempengaruhi daripada first buyer kita untuk bisa memiliki kendaraan-kendaraan di segmen LCGC," kata dia.Dia menaruh harapan besar kondisi ekonomi akan segera pulih, tren negatif di tahun lalu sudah mencapai titik terendahnya (bottom) dan industri otomotif bisa kembali bangkit tahun ini."Semoga tahun kemarin itu udah menjadi bottom lah buat market. Kita semua harapannya bisa melihat tahun ini dan tahun kedepannya itu bisa lebih baik gitu ya. Jadi harapannya juga bisa berlaku di LCGC segmen gitu," tambahnya.Jika kondisi finansial membaik, maka akses masyarakat terhadap segmen LCGC pun akan kembali terbuka lebar.Pengamat otomotif Yannes Pasaribu mengatakan, situasi ekonomi yang tidak stabil membuat banyak calon pembeli menunda membeli mobil pertama. Segmen LCGC yang menyasar pembeli baru menjadi paling terdampak karena mereka sangat sensitif terhadap kenaikan harga dan suku bunga kredit."Penurunan daya beli masyarakat karena inflasi dan suku bunga tinggi menjadi faktor utama yang mempengaruhi penjualan mobil saat ini Mas. Penurunan daya beli masyarakat karena inflasi dan suku bunga tinggi menjadi faktor utama yang mempengaruhi penjualan mobil, selain itu, kenaikan harga segmen terbesar LCGC juga mempengaruhi keputusan pembelian konsumen," ujar Pengamat Otomotif, Yannes Pasaribu.