Pemerintah terus mendorong peningkatan penggunaan komponen lokal pada kendaraan listrik yang diproduksi di Indonesia. Salah satu aturan yang akan menjadi tantangan bagi para pabrikan adalah target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 60 persen untuk mobil listrik roda empat yang berlaku mulai 2027 hingga 2029. Ketentuan tersebut tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023, sebagai perubahan atas aturan sebelumnya mengenai percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB). Melalui aturan tersebut, produsen mobil listrik dituntut meningkatkan penggunaan komponen yang berasal dari dalam negeri agar industri pendukung otomotif nasional ikut berkembang. Sejumlah pabrikan kendaraan listrik pun mulai menyiapkan strategi untuk memenuhi target tersebut, termasuk pendatang baru seperti Changan. Changan Masih Evaluasi Target TKDN 60 Persen Head of Marketing Changan Indonesia, Ridjal Mulyadi, mengatakan pihaknya masih belum mendapatkan informasi terbaru terkait penerapan aturan TKDN 60 persen yang akan berlaku mulai 2027. "Kami belum dapat update soal itu. TKDN masih di atas 40 persen," ujar Ridjal saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026). Changan Nevo Q05 Saat ini, Changan Indonesia telah memproduksi beberapa model kendaraan listrik secara lokal, yakni Changan Deepal S07, Changan Nevo Q05, dan Changan Lumin. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Changan dalam membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, sekaligus menyesuaikan diri dengan kebijakan pemerintah terkait peningkatan kandungan lokal. Produksi Lokal Jadi Modal Changan Tingkatkan Kandungan Dalam Negeri Dengan adanya fasilitas produksi lokal, Changan memiliki peluang untuk meningkatkan kontribusi komponen dalam negeri secara bertahap. Pasalnya, peningkatan TKDN tidak hanya bergantung pada proses perakitan kendaraan, tetapi juga mencakup penggunaan komponen lokal, rantai pemasok, hingga pengembangan industri pendukung otomotif di dalam negeri. Target TKDN kendaraan listrik sendiri saat ini masih berada di angka 40 persen hingga 2026. Kemudian, pemerintah menetapkan kenaikan menjadi 60 persen pada periode 2027-2029 dan kembali meningkat menjadi 80 persen mulai 2030. Bagi Changan, peningkatan kandungan lokal menjadi salah satu langkah penting agar industri kendaraan listrik nasional tidak hanya menjadi pasar penjualan, tetapi juga memiliki basis produksi. Changan Lumin di GIIAS 2026 Changan Sudah Produksi Tiga Model Lokal Sejak masuk ke pasar Indonesia, Changan membawa beberapa model kendaraan listrik untuk memenuhi kebutuhan konsumen, mulai dari segmen SUV hingga mobil ringkas. Beberapa model yang sudah dirakit secara lokal meliputi Deepal S07, Nevo Q05, dan Lumin. Kehadiran produksi lokal tersebut juga menjadi salah satu upaya Changan memperkuat posisinya di tengah persaingan industri kendaraan listrik yang semakin ramai. Dengan target TKDN yang semakin tinggi, tantangan berikutnya bagi Changan adalah bagaimana meningkatkan porsi komponen lokal agar dapat memenuhi regulasi pemerintah sekaligus memperkuat rantai pasok kendaraan listrik di Indonesia.