Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB) mencapai minimal 80 persen pada 2030. Untuk mencapai target tersebut, industri otomotif tidak cukup hanya meningkatkan penggunaan komponen lokal pada bagian kendaraan. Baterai sel dinilai menjadi salah satu komponen paling penting yang akan menentukan seberapa tinggi TKDN mobil listrik di Indonesia. Pabrik BYD di Subang ditargetkan menyerap hingga 20.000 tenaga kerja lokal saat mencapai kapasitas produksi penuh. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Setia Diarta mengatakan, ketentuan TKDN KBLBB telah diatur melalui Permenperin Nomor 6 Tahun 2022 juncto Permenperin Nomor 28 Tahun 2023. Berdasarkan aturan tersebut, TKDN KBLBB ditetapkan minimal 40 persen hingga 2026. Selanjutnya, target meningkat menjadi minimal 60 persen pada 2027-2029, sebelum mencapai minimal 80 persen mulai 2030. Ilustrasi Denza B5 “TKDN untuk KBLBB adalah minimal 40 persen [hingga 2026]. Kemudian 2027-2029 itu adalah 60 persen,” kata Setia dalam rapat dengar pendapat Panja Komisi VII DPR RI yang disiarkan daring, Rabu (9/9/2026). Baterai Sel Jadi Penentu Setia menjelaskan, peningkatan TKDN tersebut diarahkan untuk mendorong industri kendaraan listrik melakukan lokalisasi komponen utama di dalam negeri. Salah satu fokus utamanya adalah baterai. Pabrik baterai VinFast 2029, industri kendaraan listrik diharapkan tidak hanya merakit baterai dan modulnya di dalam negeri, tetapi juga mulai memproduksi komponen tersebut secara lokal sehingga ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi. Sementara itu, ketika target TKDN minimal 80 persen mulai berlaku pada 2030, lokalisasi komponen akan diperluas. Namun, produksi baterai sel di dalam negeri akan menjadi salah satu faktor paling besar dalam mendongkrak nilai TKDN. Area inspeksi baterai setelah melalui Welding Station di area lini produksi baterai mobil listrik Wuling “Yang paling penting yang akan men-trigger nilai TKDN di sini adalah nanti baterai selnya ini,” ujar Setia. Menurut dia, keberadaan sejumlah fasilitas produksi baterai yang sudah dibangun di Indonesia berpotensi mempercepat pencapaian target tersebut. “Dengan adanya beberapa pabrik baterai yang sudah bangun saat ini, ini mungkin bisa lebih cepat untuk mencapai TKDN 80 persen,” katanya. Modal Industri Mobil Listrik 300 unit Air ev mulai diberangkatkan menuju Bali sebagai Official Car Partner KTT G20 dari fasilitas pabrik Wuling Motors di Cikarang, Jawa Barat. Jawa Barat (Jabar) teratas dalam realisasi investasi.