Kinerja ekspor sepeda motor utuh atau completely built up (CBU) buatan Indonesia masih menunjukkan tren positif sepanjang semester pertama 2026. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), total ekspor motor CBU pada Januari-Juni 2026 mencapai 316.819 unit. Jumlah tersebut meningkat 17,9 persen secara year on year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 268.743 unit. Astra Honda Motor (AHM) mengumumkan Supra X 125 FI kini punya grafis bodi baru, Kamis (1/3/2018). Artinya, industri roda dua nasional masih mampu mempertahankan daya saingnya di pasar internasional di tengah tantangan ekonomi global. Sepanjang semester pertama, ekspor motor CBU bergerak cukup stabil. Januari dibuka dengan 52.924 unit, lalu meningkat menjadi 57.688 unit pada Februari. Memasuki Maret, ekspor sempat turun ke 48.970 unit, sebelum kembali naik menjadi 52.411 unit pada April dan 54.759 unit pada Mei. Namun pada Juni 2026, ekspor kembali terkoreksi menjadi 50.067 unit. Jika dibandingkan Mei, terjadi penurunan sekitar 8,6 persen secara month to month (MtM) atau berkurang 4.692 unit. R 125 dan GSX-S 125 diekspor dari pabrik Suzuki di Bekasi, Jawa Barat, buat konsumen Eropa. Semester Pertama Positif Secara keseluruhan, capaian 316.819 unit menunjukkan permintaan motor buatan Indonesia di pasar ekspor masih cukup kuat. Rata-rata ekspor mencapai sekitar 52.800 unit per bulan selama enam bulan pertama tahun ini. Meski demikian, fluktuasi bulanan masih terlihat, menandakan permintaan dari negara tujuan ekspor belum sepenuhnya stabil. Kondisi tersebut juga sejalan dengan pandangan pelaku industri yang menilai pasar global masih dibayangi berbagai tantangan. Ilustrasi pabrik TVS di Indonesia Geopolitik Masih Jadi Tantangan Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala mengatakan, dinamika geopolitik dan kondisi ekonomi global masih menjadi faktor utama yang memengaruhi ekspor sepeda motor Indonesia. "Produk motor kita sebenarnya sangat kompetitif, apalagi dengan rupiah yang melemah, harusnya lebih bersaing," ujar Sigit kepada Kompas.com belum lama ini. Meski begitu, menurut dia, ketidakpastian kondisi global masih membatasi potensi pertumbuhan permintaan di berbagai negara tujuan ekspor. "(Target ekspor 2026) kurang lebih sama dengan 2025. Tidak berharap ada peningkatan signifikan karena kondisi geopolitik global juga belum mendukung," kata Sigit. Pabrik motor listrik Alva berada di Kawasan Delta Mas, Cikarang. Berikut ini angka ekspor motor CBU Indonesia 2026: - Januari: 52.924 unit- Februari: 57.688 unit- Maret: 48.970 unit- April: 52.411 unit- Mei: 54.759 unit- Juni: 50.067 unit - Total Januari-Juni 2026: 316.819 unit- Total Januari-Mei 2025: 268.743 unit