PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terus mempercepat elektrifikasi armada sebagai bagian dari upaya membangun sistem transportasi publik yang lebih ramah lingkungan. Direktur Operasional dan Keselamatan Transjakarta, Mohamad Deddy Gamawan, mengatakan target tersebut ditempuh melalui sejumlah strategi, mulai dari peremajaan armada, pengadaan bus listrik baru, hingga program retrofit. “Pada tahun 2030, sebanyak 96 persen kontrak operator eksisting ditargetkan telah bertransformasi menggunakan kendaraan listrik,” ujar Deddy, dilansir dari laman resmi Pemprov DKI, Senin (31/8/2026). Ilustrasi unit bus Transjakarta. Sudah Operasikan 500 Bus Listrik Transjakarta saat ini telah mengoperasikan sekitar 500 unit bus listrik yang tersebar di seluruh jaringan layanannya. Penambahan armada listrik akan terus dilakukan secara bertahap untuk mengejar target elektrifikasi transportasi publik di Jakarta. Elektrifikasi tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap target Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyediakan 50 persen angkutan umum bebas polusi pada 2027 dan mencapai 100 persen pada 2030. Dengan demikian, transisi kendaraan listrik tidak hanya menyasar pengadaan bus baru. Transjakarta juga menyiapkan skema retrofit untuk mengubah kendaraan yang ada agar dapat menggunakan tenaga listrik. Halte Transjakarta Tanah Abang. Rute TransJakarta hari ini mengalami penyesuaian menyusul adanya aksi demo 27 Agustus 2026. Jangkauan Transjakarta Capai 92 Persen Wilayah DKI Di sisi lain, Transjakarta terus memperluas jangkauan layanan sekaligus memperkuat integrasi dengan moda transportasi lain. Saat ini, cakupan layanan Transjakarta telah mencapai 92 persen wilayah DKI Jakarta dengan total 240 rute. Layanan tersebut mencakup BRT, feeder, Mikrotrans, Transjabodetabek, bus menuju hunian rusun, Royaltrans, hingga layanan khusus lainnya. Pengembangan jaringan diarahkan untuk memperkuat konektivitas first and last mile, sehingga perjalanan masyarakat dapat terhubung sejak titik keberangkatan hingga tujuan akhir. Bus Listrik Transjakarta buatan Karoseri Laksana Integrasi juga dilakukan dengan sejumlah simpul transportasi seperti Stasiun MRT Jakarta dan LRT Jabodebek. Selain integrasi fisik dan rute, Transjakarta menerapkan integrasi tarif lintas moda dengan plafon Rp10.000 untuk perjalanan hingga 180 menit. “Integrasi bukan sebatas keterhubungan halte atau rute, melainkan juga kemudahan perpindahan penumpang antarmoda,” kata Deddy.