Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, Pemprov DKI menargetkan 10.047 bus listrik pada 2030 untuk mempercepat transisi hijau melalui elektrifikasi transportasi publik. "Hal ini berarti seluruh armada TransJakarta akan beralih ke tenaga listrik," ujar Pramono pada keterangan resmi, Kamis (20/8/2026). Pramono juga mengatakan, Pemprov DKI pun telah mengoperasikan 500 bus listrik saat ini. Dengan target tersebut, akan ada lompatan besar dalam penyediaan moda transportasi publik yang hijau dan ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan target Pemprov DKI menuju Net Zero Emission pada 2050, menurunkan emisi gas rumah kaca 30 persen pada 2030, serta meningkatkan perjalanan menggunakan transportasi publik hingga 55 persen pada 2044. Untuk meningkatkan mobilitas perkotaan, Jakarta juga fokus memperluas layanan transportasi penyediaan akses gratis transportasi publik bagi 15 golongan masyarakat, pengembangan kawasan TOD, hingga peningkatan fasilitas pejalan kaki. Selain itu, Pemprov DKI juga mengelola penggunaan kendaraan pribadi melalui sistem ganjil-genap, disinsentif parkir bagi kendaraan yang tidak lulus uji emisi, Zona Emisi Rendah, dan Jalan Berbayar Elektronik (ERP). Kemacetan, Polusi dan Emisi masih jadi PR Jakarta Pramono mengatakan, persoalan transportasi tak hanya dihadapi oleh Jakarta, namun juga berbagai kota lainnya di dunia. Selain menangani masalah kemacetan, Jakarta juga berupaya memperluas akses masyarakat dalam bertransportasi, sekaligus mengurangi polusi dan emisi. Jakarta sendiri saat ini tengah menghadapi tantangan mobilitas, mengingat jumlah penduduknya yang mencapai 11,1 juta jiwa serta 41,9 juta jiwa menghuni kawasan penyangga. "Jumlah populasi dan pergerakan komuter harian yang masif ini memberikan tekanan signifikan pada sistem mobilitas perkotaan kami," kata dia. Tosari adalah sebuah halte bus Transjakarta yang terletak di Jalan M.H. Thamrin, Kelurahan Menteng, Menteng, Jakarta Pusat. Halte ini dibangun Waskita Karya yang tidak hanya fungsional, tetapi destinasi favorit masyarakat. Memperluas layanan transportasi Di sisi lain, Jakarta juga telah meningkatkan akses transportasi publik. Saat ini, layanan transportasi publik telah menjangkau sekitar 92 persen penduduk Jakarta. Meski demikian, sektor transportasi ini merupakan sumber emisi gas rumah kaca terbesar, yang menyumbang 52 persen dari emisi langsung pada 2024. Tingginya angka penggunaan kendaraan pribadi berdampak pada masalah kemacetan, polusi, hingga penurunan kualitas hidup. Karena itu, Pramono mendorong masyarakat untuk menjadikan transportasi publik sebagai moda pilihan utama dalam bermobilitas. Gubernur juga menyampaikan, transformasi transportasi menjadi bagian penting dari agenda rendah karbon Jakarta.