PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memperkuat ekosistem elektrifikasi dengan menggandeng Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) dalam pengembangan baterai kendaraan hybrid di dalam negeri. Melalui kemitraan ini, Toyota menginvestasikan Rp 1,3 triliun untuk menghadirkan kemampuan produksi baterai yang lebih dalam. Tidak hanya di level perakitan, tetapi hingga pembuatan sel dan modul. Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto menjelaskan, saat ini Toyota telah memproduksi battery pack secara lokal di Karawang untuk sejumlah model hybrid. Veloz Hybrid EV “Kemudian dengan kerja sama ini, komponen sel baterai dan modul yang saat ini diimpor, nantinya akan diproduksi oleh sumber daya manusia Indonesia,” kata Nandi di Jakarta, Senin (20/4/2026). Menurut dia, langkah tersebut menjadi kunci untuk meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) baterai secara signifikan. Jika sebelumnya hanya mengandalkan perakitan, kontribusi lokal masih terbatas. “Sebenarnya kalau kita hitung (TKDN), kemarin hanya assembling atau rakit (battery pack), itu 8 persen. Dengan pembuatan cell dan modul sendiri, bisa 80 persen,” ujar Nandi. Peningkatan TKDN ini dinilai penting untuk memperkuat struktur industri otomotif nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor komponen berteknologi tinggi. Selain itu, pengembangan produksi sel dan modul juga membuka peluang peningkatan kemampuan sumber daya manusia di sektor manufaktur baterai. Di sisi lain, langkah ini turut mendukung upaya hilirisasi industri berbasis sumber daya alam, khususnya nikel sebagai bahan baku utama baterai. Ilustrasi baterai mobil hybrid. Nandi menegaskan, proses lokalisasi dilakukan secara bertahap dan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. “Kami percaya lokalisasi merupakan perjalanan yang tak bisa dicapai secara instan, melainkan bertahap melalui proses yang membutuhkan waktu serta kolaborasi kuat dari seluruh pemangku kepentingan,” ucapnya. Ke depan, TMMIN juga menargetkan Indonesia tidak hanya sebagai basis produksi kendaraan, tetapi juga komponen utama kendaraan elektrifikasi. Melalui kerja sama ini, Toyota Indonesia menjadi entitas pertama di Asia Tenggara atau ASEAN yang akan mengekspor baterai ke pasar global. "Kita semester kedua produksi. Modul dan volume nanti pada waktunya kita infokan,” ucap dia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang