Ketegangan geopolitik global yang berdampak pada fluktuasi pasokan dan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai dirasakan oleh sejumlah pihak dalam menjalankan bisnisnya. Kondisi ini mendorong sejumlah pelaku industri untuk segera berpindah ke solusi yang lebih efisien dan berkelanjutan. Yoga Adiwinarto, Direktur Pengembangan Bisnis Kalista mengatakan, pelaku usaha kini mulai menggunakan kendaraan listrik untuk operasional mereka. "EV itu sangat-sangat possible dan masuk akal untuk angkutan umum dan kendaraan niaga. Misalnya PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) yang menggunakan tujuh unit truk listrik untuk industri tekstil dan ada Dash Electric yang menggunakan 500 unit motor listrik," katanya pada acara diskusi media, Rabu (20/5/2026). Lebih lanjut, Yoga mengatakan, untuk menggunakan kendaraan listrik pada layanan bisnis harus yakin dan percaya terlebih dahulu. Pertanyaan skeptis mengenai kendaraan listrik bisa diatasi dengan melihat sisi keunggulan yang ditawarkan. Dukung Dash Electric Akselerasi Infrastruktur Logistik Berbasis EV Melalui Penyediaan Hingga 500 Unit Motor Listrik ALVA N3 Misalnya dari sisi biaya operasional dan juga dari dampak sisi lingkungan. "Tapi kalau bisnis yang pertama itu dari sisi biaya masuk atau tidak. Kalau seandainya tidak ngapain harus pindah ke EV. Tapi ternyata kita membuktikan bahwa dengan teman-teman di industri ini masih menggunakan EV dan terus bertambah, artinya secara cuan ya masuk," katanya. Pada acara yang sama, Direktur Ever Shine Group, Michael Sung, mengatakan, pihaknya menjawab tantangan kelangkaan BBM dengan mengambil langkah strategis dengan menggunakan truk listrik sebagai kendaraan operasional. "Sebelumnya, kami sudah melakukan uji coba bersama Kalista untuk dua tipe truk yang digunakan, dengan hasil yang sangat positif, tercatat, kami bisa menghemat biaya bahan bakar hingga 40 -50 persen," katanya. Michael mengatakan, truk listrik akan digunakan untuk distribusi produk mereka di area Jakarta dan Bandung kepada end customer kami seperti Uniqlo, Atalon, Shopee, Gojek, Grab, Torch dan Eiger. Kemudian, CEO dan Co-Founder Dash Electric, Aditya Brahmana, mengatakan, 500 motor listrik yang digunakan adalah Alva N3. "Kami ingin mendorong percepatan transisi sektor logistik Indonesia menuju model operasional yang lebih efisien dan berkelanjutan, membuktikan bahwa logistik berbasis EV dapat dijalankan secara komersial dan scalable." Sebagai informasi, Dash Electric merupakan perusahaan penyedia layanan logistik modern dan platform fleet berbasis kendaraan listrik di Indonesia. Motor listrik tersebut akan digunakan untuk mendukung operasional sejumlah mitra DASH, termasuk Happy Fresh, Allo Fresh, Sayurbox, Chagee, dan DHL, sebagai bagian dari armada logistik harian mereka. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang