Di tengah banyaknya pilihan mobil listrik dan hybrid, mobil bensin masih menjadi pilihan masyarakat. Beberapa produsen masih mempertahankan teknologi mesin bakar (ICE). Hanya saja, mesin bensin yang disematkan sudah semakin canggih, guna memenuhi kebutuhan pasar yakni salah satunya kendaraan irit BBM, dan bertenaga. Sepintas, kedua hal tersebut mustahil didapatkan secara bersamaan. Namun, seiring perkembangan teknologi itu bisa didekati dengan sejumlah penyempurnaan. Eko Setiawan, pemilik bengkel Everest Motors Bintaro, Tangerang Selatan mengatakan dalam memilih mobil, hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah kebutuhannya untuk apa. “Sesuaikan kebutuhan konsumen dengan mobil yang menjadi pilihan, bila mencarinya irit BBM dan bertenaga, maka mobil-mobil berteknologi tinggi, dan bobot ringan bisa jadi pilihan,” ucap Eko kepada KOMPAS.com, Sabtu (22/11/2025). Rasio bobot kendaraan dan tenaga mobil bisa menjadi faktor pertimbangan. Semakin besar tenaga dan semakin ringan bobot kendaraan, maka mobil bisa makin hemat BBM. Test drive Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid “Misal mobil SUV kecil, seperti Raize, Rocky, Magnite dan sejenisnya, dia pakai mesin kecil hanya 1.000 cc, tapi dibekali turbocharger, artinya kompresinya lebih tinggi sehingga bakal menghasilkan tenaga lebih besar,” ucap Eko. Tenaga besar tersebut, akan membuat mobil memiliki akselerasi baik dan tenaga lebih terasa. Dampaknya, setiap BBM yang terbakar dapat dikonversi menjadi jarak tempuh, sehingga konsumsi BBM lebih irit. Eko mengatakan, mobil-mobil modern sudah dibekali teknologi penunjang lain seperti direct injection system, variable valve timing, dan rasio kompresi tinggi. Tuas transmisi pada Toyota Agya “Jenis transmisi juga menentukan, ada CVT, AT konvensional, DCT dan manual, pilih CVT untuk mengejar efisiensi BBM, itu akan membuat mobil lebih hemat BBM saat mobil melaju konstan seperti di tol,” ucap Eko. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan mobil dengan desain bodi memiliki aerodinamika optimal akan membuatnya lebih irit. “Sedan atau hatchback dengan bodi rendah, memiliki aerodinamika yang lebih baik, sehingga hambatan udaranya menjadi lebih rendah, ini berpengaruh pada konsumsi BBM,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Mazda 3 Hatchback Semakin kecil hambatan udara saat mobil melaju akan membuat mobil ringan dan melesat ketika dipacu. Sementara mobil-mobil boxy cenderung memiliki hambatan udara lebih besar. “Keuntungannya, mobil memiliki akselerasi lebih baik, sehingga dapat melesat kencang dan cenderung mampu menempuh jarak lebih jauh dengan BBM sama atau sedikit,” ucap Imun. Jadi, tips memilih mobil baru yang irit BBM, konsumen bisa memperhatikan rasio tenaga dan bobot kendaraan, teknologi disematkan, transmisi efisien dan bodi dengan desain aerodinamis. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.