Menjelang arus mudik Lebaran 2026, sebagian pemilik mobil mulai menyiapkan berbagai perlengkapan tambahan agar kapasitas barang lebih lega. Salah satu aksesori yang cukup populer digunakan saat perjalanan jauh adalah roof box yang dipasang di atap mobil. Roof box dapat membantu menambah ruang penyimpanan ketika bagasi kabin sudah penuh. Namun, pemilihannya tidak boleh sembarangan. Jika ukuran dan bobotnya tidak sesuai dengan kendaraan, kondisi tersebut bisa memengaruhi stabilitas mobil saat melaju. Roofbox Whale Carrier Aftersales Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, mengatakan langkah pertama yang perlu dilakukan pemilik kendaraan adalah mengetahui ukuran atap mobil sebelum membeli roof box. “Cara paling mudah, pemilik mobil bisa mencatat dulu ukuran atap mobil. Dari data itu, baru cari roof box yang dimensinya sesuai,” ujar Tara kepada Kompas.com belum lama inni. Selain ukuran, pemilik kendaraan juga harus memahami batas beban maksimal mobil. Setiap kendaraan memiliki kapasitas berbeda, sehingga penambahan beban di atap tidak boleh melebihi batas yang dianjurkan pabrikan. Jika beban terlalu berat, bukan hanya berisiko membuat atap mobil penyok, tetapi juga dapat memengaruhi pengendalian kendaraan ketika melaju di jalan tol atau saat bermanuver. "Untuk mengetahui kapasitas beban yang masih tersedia, pemilik mobil dapat menghitungnya dari selisih antara gross vehicle weight dan curb weight. Setelah itu, kurangi lagi dengan total berat penumpang serta barang yang dibawa di dalam kabin," kata dia. Selain memperhatikan ukuran dan kapasitas beban, material roof box juga menjadi faktor penting. Disarankan, memilih produk berbahan plastik ABS karena lebih ringan tetapi tetap kuat dan tahan terhadap air. Hapro model Carier dengan kapasitas lebih besar Material tersebut umumnya memiliki bobot sekitar 10 hingga 15 kilogram sehingga tidak menambah beban terlalu besar pada kendaraan. Roof box yang baik juga sebaiknya memiliki lapisan pelindung sinar ultraviolet. Lapisan ini berguna untuk menjaga material tetap awet meski sering terkena panas matahari dan hujan selama perjalanan. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bentuk atau desain roof box. Desain yang terlalu tinggi dapat memengaruhi aerodinamika mobil ketika melaju kencang, sehingga kendaraan berpotensi menjadi kurang stabil. Menurut Tara, roof box dengan desain lebih rendah biasanya memiliki tingkat aerodinamika yang lebih baik. Namun konsekuensinya, kapasitas barang yang bisa dibawa juga menjadi lebih terbatas. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang