Penggunaan roof box kerap menjadi pilihan pemilik mobil untuk menambah kapasitas bagasi, terutama saat musim mudik atau melakukan perjalanan jauh. Dibandingkan menumpuk barang di belakang atau menutupnya dengan terpal di atap, roof box memang lebih aman, rapi, dan praktis. Namun Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengingatkan bahwa pemasangan roof box dapat memengaruhi karakter mobil saat dikendarai. Roof Box Otorack "Memang penggunaan roof box bisa jadi alternatif yang baik untuk bagasi tambahan. Namun mesti dipahami penambahan itu membuat hambatan udara pada area atas kendaraan, dalam hal ini mobil," kata Jusri kepada Kompas.com, Selasa (23/12/2025). “Hambatan yang ditimbulkan oleh penggunaan roof box cukup besar. Pada sedan yang rendah saja sudah terasa, apalagi pada mobil yang lebih tinggi seperti SUV dan MPV," ujarnya. Menurut Jusri, perubahan aerodinamika dan distribusi beban ini membuat mobil dapat menjadi kurang stabil jika dikemudikan secara sembarangan. Karena itu, pengemudi disarankan lebih tenang, tidak memacu kendaraan berlebihan, dan menghindari manuver mendadak. Mobil pemudik bawa barang bawaan di atap mobil tanpa menggunakan roof box. Mobil yang menggunakan roof box, terutama kendaraan bertubuh tinggi, juga lebih berpotensi limbung saat menikung. "Hambatan udara ini bisa berpengaruh pada kendaraan. Karena itu pengemudi mesti lebih memperhatikan kondisi saat berkendara. Terutama saat menikung, mudah terjadi body roll," ujar Jusri. "Jika terlalu parah, efek dari pemasangan roof box bisa menyebabkan mobil terbalik. Ditambah dengan tekanan angin, suspensi yang kurang optimal, dan faktor lainnya," lanjutnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang