TNI AL turut mendorong transformasi mobilitas hijau di kalangan institusi militer Indonesia. Oleh karena itu kini dilaksanakan uji coba perdana bus listrik di lingkungan TNI yang di Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (16/04/2026). Hal ini diklaim sekaligus memberikan kontribusi langsung terhadap ketahanan energi nasional, pengurangan ketergantungan BBM impor, dan pencapaian target Net Zero Emission 2060. Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI, Muhammad Ali mengatakan, selain meningkatkan efisiensi mobilitas prajurit, penggunaan bus listrik ini juga berkontribusi dalam mengurangi polusi udara di wilayah Jakarta. “Ke depan, penggunaan kendaraan listrik akan terus ditingkatkan dan diperluas tidak hanya di Jakarta tetapi juga di Kotama TNI AL lainnya di seluruh Indonesia. Dengan pemanfaatan bus listrik, mobil listrik, dan kendaraan hybrid diharapkan mampu menghemat penggunaan bahan bakar hingga sekitar 50 persen serta menjadi bagian dari transformasi menuju sistem kerja yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” katanya dikutip dari keterangan resmi, Jumat (17/4/2026). Ali juga mengatakan, pengadaan bus listrik di lingkungan TNI AL sejalan dengan kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto dalam pidatonya beberapa waktu lalu. Pada pidato tersebut orang nomor satu di Indonesia itu mengatakan akan mendorong transisi bertahap ke energi listrik, dengan target penghematan BBM hingga 200.000 barrel per hari atau sekitar 20 persen serta produksi 100 gigawatt guna mengurangi ketergantungan impor BBM. Bus Listrik yang akan digunakan TNI AL Sebagai informasi, bus listrik tersebut berkapasitas 33 kursi penumpang dengan tipe heavy duty yang berbobot 15,2 ton. Bus menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate berkapasitas 255 kWh dengan kecepatan maksimal 100 kpj tersebut, telah melalui serangkaian uji ekstrem meliputi getaran, kejut mekanis, perendaman air, api eksternal, hingga arus lebih. Bus ini juga dilengkapi fitur keselamatan seperti Main Power Cut Off Switch, pemadam APAR otomatis di ruang baterai/kontrol, dan deteksi asap serta GPS tracking, battery monitoring, dan CCTV 12 kamera. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang