Transmisi otomatis saat ini banyak dipilih oleh pemilik mobil karena dikenal memberikan kenyamanan saat berkendara, terutama di jalanan padat. Namun, di balik kemudahan itu, ada beberapa model mobil yang justru dikenal cukup sering mengalami masalah pada sistem transmisinya. Eddy Handoko Wijaya, pemilik bengkel spesialis transmisi otomatis Bos Matic, menyebut, sejumlah model dari merek ternama seperti Honda dan Toyota termasuk yang paling sering datang ke bengkelnya karena kendala transmisi. “Honda itu yang sering bermasalah justru Honda terbaru. Kayak Mobilio, Jazz RS terbaru, kemudian HR-V, BR-V, itu satu tipe gearbox-nya sering bermasalah. Kalau di atas 100.000 km biasanya suka jebol Continuously Variable Transmission (CVT)-nya," kata Eddy, saat ditemui Kompas.com, di Tangerang, belum lama ini. Eddy menjelaskan, masalah paling umum pada mobil Honda dengan transmisi CVT biasanya muncul setelah pemakaian lebih dari 100.000 kilometer. Menurutnya, kerusakan sering terjadi tanpa tanda-tanda awal yang jelas. “Mungkin pemakainya tidak aware, tidak peduli. Karena memang tidak ada gejala yang macam-macam. Tahu-tahu langsung rusak aja,” katanya. Toyota Alphard bekas Silver Bird dijual Rp 600 jutaan Ia menambahkan, kerusakan pada CVT bisa disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari kualitas oli transmisi yang menurun, keterlambatan dalam melakukan penggantian, hingga gaya berkendara yang kurang tepat. Seperti contoh jika telat melakukan penggantian oli, maka risiko yang didapati bisa cukup besar dan merugikan. Kalau dibiarkan, bisa bikin sabuk baja di dalam transmisi aus atau slip. Selain Honda, Eddy juga menyoroti beberapa model Toyota yang memiliki potensi masalah pada transmisinya terutama mobil berkapasitas mesin besar seperti Toyota Alphard dan New Alphard. “Kalau dari Toyota justru mobil terbaru. Yang CC besar kayak Alphard, New Alphard itu justru banyak masalah juga,” kata Eddy. Ia menjelaskan bahwa komponen torque converter dan body valve sering menjadi sumber kendala. “Torque converter-nya suka bermasalah. Kalau torque converter bermasalah, begitu mau maju dan mundur terasa 'jedug'. Tapi kalau dipakai normal, masih bisa,” ujar Eddy. Transmisi matik Masalah di torque converter bisa menyebabkan perpindahan gigi terasa kasar, muncul hentakan, atau bahkan mobil kehilangan tenaga saat melaju di kecepatan tinggi. Eddy mengingatkan, sebagian besar masalah transmisi matik sebenarnya bisa dicegah jika pemilik mobil rutin melakukan perawatan. Salah satunya dengan mengganti oli transmisi secara berkala sesuai rekomendasi pabrikan dan memperhatikan gejala kecil seperti hentakan atau suara aneh saat perpindahan gigi. Dengan perawatan yang tepat dan pemahaman terhadap karakteristik transmisinya, mobil-mobil matik tetap bisa bertahan lama tanpa harus khawatir soal kerusakan fatal di kemudian hari. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.