Lepas Indonesia menggelar sesi test drive Lepas L8 di Pusdiklantas Polri, Serpong, Kamis (29/1/2026). Pada sesi tes tersebut, salah satu unit sempat bermasalah setelah dipakai secara ekstrem. Kerusakan diduga terjadi pada sektor kaki-kaki dimana terlihat ada besi berlubang di dekat boks transmisi, yang ternyata bagian itu merupakan rangkaian CV Joint. Alhasil mobil tidak bisa lagi melaju. Sebelumnya, unit tersebut digunakan secara ekstrem oleh pengemudi profesional. Salah satu pengemudinya adalah Julian Johan, pereli nasional, yang belum lama ini berhasil finis pada Rally Dakar 2026. Test drive Lepas L8 di trek basah Lepas L8 dipakai untuk melaju dalam kecepatan tinggi, kemudian berputar 360 derajat, lalu diajak slalom, dan melewati speed trap atau polisi tidur dalam kecepatan tinggi. Puncaknya adalah Lepas L8 digunakan untuk manuver J-turn. Jadi, mobil dibawa mundur, kemudian langsung berputar 180 derajat ke arah berlawanan. Test drive Lepas L8 di trek basah Manuver tersebut tidak hanya dilakukan sekali atau dua kali. Tapi, cukup sering dilakukan karena banyak peserta yang ingin merasakan berada di dalam mobil saat manuver dilakukan. Test drive Lepas L8 di trek basah Menurut Lalu Indra Wirabhakti, Product Development Manager Lepas Indonesia, bagian yang mengalami kerusakan adalah CV joint. Untuk diketahui, CV joint atau Constant Velocity Joint merupakan komponen yang krusial pada sistem penggerak mobil. Fungsinya adalah meneruskan tenaga dari transmisi ke roda dengan kecepatan konstan, sekaligus memungkinkan roda bergerak fleksibel saat berbelok atau suspensi naik-turun, dan meredam getaran serta menjaga stabilitas. Test drive Lepas L8 di trek basah "Tidak ada yang menghitung juga kan sudah berapa kali mobil dipakai mondar-mandir, dari jam 10.00 WIB terus baru jam 13.00 WIB (bermasalah), itu normal lah. Apa pun mobilnya pasti akan begini juga," ujar Lalu, kepada wartawan, saat ditemui di Serpong. "Pada dasarnya, ketika dia dihantam dengan kecepatan lebih dari 80 km/jam, untuk polisi tidur, semua mobil pasti kena," kata Lalu. Lalu menambahkan, pihaknya saat ini juga tetap melakukan investigasi terhadap kerusakan tersebut. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang