Mobil hybrid pada umumnya tetap aman digunakan saat hujan, sama seperti mobil konvensional. Meski demikian, air bisa saja masuk ke area-area tak terduga tanpa sepengetahuan pengendara. Datangnya air tak selalu dari atas ke bawah, tetapi bisa dari kolong mobil, ruang mesin, bagasi, dan area lainnya. Terlebih lagi jika ada peluang cacat produksi, air bisa saja masuk ke area yang seharusnya terlindungi. Meski begitu, konsumen mobil hybrid tak perlu khawatir berlebihan, lantaran kendaraan sudah didesain sedemikian rupa agar tetap aman saat hujan. Sujaka, Area Manager Area 3 dan Branch Manager Nasmoco Slamet Riyadi Solo mengatakan, perlakuan terhadap mobil hybrid ketika musim hujan tak ada yang beda dengan mobil konvensional. “Bukan berarti mobil hybrid ketika hujan harus diperiksa, sama dengan mobil konvensional, boleh dipakai saat hujan, hanya saja ada batasan, terutama saat melewati genangan air,” ucap Jaka kepada KOMPAS.com, Minggu (18/1/2026). Konsumen perlu lebih memperhatikan area lantai dasar, khususnya setelah menerjang genangan air. Pastikan area di sekitar baterai yang berada di bawah jok tidak basah untuk mencegah korsleting. Ilustrasi baterai mobil hybrid. “Karpet pastikan tidak basah, bila sudah basah artinya air sempat masuk ke dalam kabin, ada potensi baterai juga basah, cek mandiri untuk memastikan atau ke bengkel resmi agar lebih aman,” ucap Jaka. Selagi mobil tidak pernah menerjang genangan air, performa tetap prima tak ada indikator malfungsi menyala, maka konsumen tak perlu khawatir meski mobil pernah dipakai saat hujan. Berikut daftar area krusial wajib diperhatikan saat musim hujan: Ilustrasi baterai auxiliary 12 volt pada mobil hybrid. Area aki 12 volt pastikan kering Karpet lantai dasar di dalam kabin tak basah Area bagasi pastikan tak ada air Lampu indikator malfungsi pastikan tak menyala Rumah baterai EV dan ventilasi kering “Bila terdapat gejala atau tanda-tanda abnormal, konsumen bisa segera konsultasi ke bengkel resmi agar mendapatkan pertolongan atau informasi lebih detail terkait temuannya, jangan diabaikan,” ucap Jaka. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang