Momen mudik Lebaran yang identik dengan perjalanan jauh untuk bersilaturahmi ke kampung halaman, sering kali membuat mobil bekerja lebih keras dari biasanya. Setelah libur Lebaran dan arus balik usai, banyak pemilik kendaraan kembali beraktivitas tanpa menyadari bahwa sejumlah komponen, terutama di bagian kaki-kaki, berpotensi mengalami keausan lebih cepat. Menurut Denis, pemilik Garasi Oase, komponen kaki-kaki yang paling rentan mengalami kerusakan setelah perjalanan jauh umumnya berasal dari bagian berbahan karet. “Komponen kaki-kaki mobil yang paling rentan mengalami kerusakan setelah perjalanan jauh biasanya pada karet-karet seperti bushing arm dan karet stabilizer. Selain itu juga sokbreker mulai rentan mengalami kerusakan apabila usia sudah lebih dari 3 tahun,” kata Denis kepada Kompas.com, Jumat (27/3/2026). Perbaikan kaki-kaki mobil Ia menjelaskan, komponen berbahan karet memiliki karakter yang fleksibel, namun juga lebih cepat mengalami penurunan kualitas, terutama saat menghadapi tekanan berat secara terus-menerus. Selama mudik, mobil biasanya membawa beban lebih banyak, melewati berbagai kondisi jalan, hingga terjebak kemacetan panjang. Kondisi tersebut membuat karet bushing dan stabilizer bekerja ekstra dalam meredam getaran dan menjaga kestabilan kendaraan. Seiring waktu, karet bisa mengeras, retak, atau bahkan sobek tanpa disadari pengemudi. Selain komponen karet, sokbreker juga menjadi bagian yang patut diwaspadai, terutama pada mobil dengan usia pakai di atas tiga tahun. Perjalanan jauh dengan permukaan jalan yang tidak selalu mulus dapat mempercepat penurunan performa peredam kejut tersebut. “Biasanya tidak langsung terasa. Tapi kalau dibiarkan, nanti mulai muncul gejala seperti bantingan keras atau mobil terasa limbung,” ujar Denis. Ia menambahkan, kerusakan pada kaki-kaki mobil sering kali bersifat bertahap dan tidak langsung menimbulkan gejala signifikan. Oleh karena itu, pemeriksaan setelah arus balik menjadi langkah penting untuk mendeteksi potensi masalah lebih dini. Pengecekan bisa dilakukan dengan melihat kondisi fisik karet, memastikan tidak ada retakan atau keausan berlebih, serta memeriksa apakah sokbreker masih bekerja optimal. Jika ditemukan tanda-tanda penurunan kualitas, sebaiknya segera dilakukan perbaikan agar tidak merembet ke komponen lain. Dengan melakukan inspeksi secara berkala, pemilik mobil tidak hanya menjaga kenyamanan berkendara, tetapi juga mencegah biaya perbaikan yang lebih besar di kemudian hari. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang