Setelah digunakan liburan, bukan berarti mobil sudah aman di garasi. Konsumen perlu memastikan performanya tetap dalam kondisi terbaiknya, terlebih lagi hendak digunakan untuk mobilitas harian. Setelah mobil digunakan untuk liburan, ada potensi kualitas dan volume oli menurun karena durasi pemakaian yang lebih lama. Ditambah musim hujan, semakin membuka lebar peluang kondisi oli sudah jelek. Rofiq Zunarto, pemilik bengkel Kebat Motors Bintaro, Tangerang Selatan mengatakan konsumen perlu memeriksa kembali kualitas dan volume oli setelah dipakai liburan. “Bila sudah jelek, keruh, bercampur dengan air, atau ada penyusutan, oli sebaiknya diganti agar mobil selalu dalam kondisi prima dan siap digunakan kapan saja,” ucap Rofiq kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan saat mesin mobil bekerja lebih berat dan lama, maka kualitas oli akan lebih cepat menurun. “Aditif oli seperti detergen, anti-aus, lama-lama akan turun konsentrasinya, panas juga mempercepat oli mengalami oksidasi, sehingga kemampuannya dalam melindungi komponen melemah,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Kamis (1/1/2026). Ilustrasi oli mesin berlumpur Oli juga bisa tercampur dengan banyak kontaminan selama mesin bekerja. Semakin lama mesin bekerja, maka sisa pembakaran akan makin banyak terkalkulasi di oli mesin. “Walau jarak tempuh belum tembus interval penggantian, kualitas oli bisa saja turun lebih dulu, ini wajar terjadi dan perlu dipahami oleh konsumen,” ucap Imun. Hardi Wibowo, pemilik bengkel Spesialis Nissan - Honda Yogyakarta mengatakan seiring pemakaian volume oli bisa menyusut baik dalam kondisi normal atau ada kendala di mesin. “Normal bila oli menyusut dalam skala kecil, karena saat mesin bekerja oli bisa saja menguap di suhu tinggi, maka dari itu setelah dipakai perjalanan jauh perlu diperiksa volumenya,” ucap Hardi kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Selain itu, oli juga bisa terbakar di ruang bakar, ini gejala tidak normal namun banyak terjadi di mobil-mobil dengan usia pemakaian 10 tahun ke atas. Sehingga, ketika mobil digunakan untuk perjalanan jauh dan kecepatan tinggi akan lebih terasa. “Dalam perjalanan jarak jauh, segala kemungkinan bisa terjadi, seperti adanya peluang terjadi kebocoran ringan akibat seal getas, baut panci oli rembes, dan sebagainya, misal kolong mobil pernah tersangkut juga berpotensi ada kebocoran besar,” ucap Hardi. Sehingga, tak ada salahnya setelah mobil digunakan untuk liburan, konsumen membawa mobil ke bengkel langganan untuk melakukan pemeriksaan umum, termasuk kualitas dan volume oli mesin. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang