Kebanyakan mobil tua, dengan usia pemakaian di atas 10 tahun, disarankan ganti oli lebih cepat daripada mobil baru. Hal ini membuat masyarakat berspekulasi bahwa ini bagian dari strategi pemasaran oli. Mobil dengan usia lebih dari 10 tahun, umumnya masa garansi dan program perawatan gratis dari diler sudah berakhir. Itu sebabnya, biaya perawatan mobil bisa bertambah. Tak sedikit pengguna mobil yang awalnya setia melakukan perawatan di bengkel resmi pindah haluan ke bengkel non-resmi karena alasan ekonomis. Terlebih lagi sebelumnya ganti oli disarankan tiap 10.000 Km, namun setelah lewat garansi menjadi tiap 5.000 Km. Terlepas dari itu, konsumen juga perlu tahu kenapa mobil tua selalu disarakan ganti oli mesin lebih cepat oleh pihak diler. Berikut penjelasan ahli. Rekomendasi waktu ganti oli Paryudi, Technical Leader Nasmoco Bantul mengatakan, penggantian oli disarankan tiap 10.000 Km. Sementara untuk mobil tahun lama, seperti generasi awal penggantian lebih dini akan lebih baik. “Karena usia pemakaian ya, penggantian oli akan lebih baik dilakukan tiap 5.000 Km pakai oli grade dibawahnya, cuma bila memang mau pakai oli yang bisa sampai 10.000 Km masih dapat ditoleransi,” ucap Paryudi kepada Kompas.com, belum lama ini. Kemampuan oli mesin ini, menurut Paryudi, tak lepas dari masing-masing produk. Di pasaran sendiri ada oli yang mampu bertahan sampai 5.000 Km atau 10.000 Km. Ilustrasi memeriksa oli mesin mobil “Melihat kesehatan mesin juga, namanya mobil tua kadang sudah mulai ada keausan sehingga oli menjadi lebih cepat habis,” ucap Paryudi. Mobil tua berpotensi aus Hardi Wibowo, pemilik bengkel Spesialis Nissan - Honda Yogyakarta mengatakan, seiring umur, ring piston, dinding silinder, dan klep bakal mengalami keausan. “Celah yang melebar karena gesekan yang terus berulang bikin oli lebih cepat habis, oli bisa masuk ke ruang bakar, dan volumenya lama-lama berkurang, ini tidak terjadi di mobil baru,” ucap Hardi kepada Kompas.com, Senin (27/10/2025). Ilustrasi diesel runaway Selain itu, mesin tua cenderung lebih besar peluangnya mengalami pembakaran tidak sempurna, akibatnya, sisa gas pembakaran lebih pekat dan jelaga lebih banyak. Kondisi tersebut, membuat mobil tua cenderung memiliki sistem pelumasan makin berat, oli cepat kotor dan habis, Maka dari itu, perlu diganti lebih sering. Kontaminan oli Technical Specialist PT Pertamina Lubricants (PTPL) Brahma Putra Mahayana mengatakan, sisa gas pembakaran merupakan salah satu kontaminan oli mesin. “Pembakaran tidak sempurna akan menyisihkan polutan lebih banyak, ini bakal ikut bercampur ke oli, membuatnya lebih cepat kotor, efeknya viskositas oli menurun dan aditif pelindung cepat habis,” ucap Brahma kepada Kompas.com, belum lama ini. Selain sisa gas pembakaran, kontaminan oli juga bisa berupa panas dari mesin. Sementara mobil tua sendiri memiliki peluang mengalami panas berlebih sangat besar. Mobil tua rentan overheating Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan penyakit yang umum ditemukan pada mobil tua adalah sistem pendingin. Ilustrasi cek coolant radiator. “Penurunan performa sistem pendingin mesin pada mobil umumnya terjadi seiring berjalannya waktu, dan bisa saja tak terasa, sehingga pada saat sudah berusia lebih dari 10 tahun, baru akan terasa gejalanya,” ucap Imun kepada Kompas.com, Senin (27/10/2025). Mobil tua kerap mengalami masalah radiator karena terdapat kerak di dalamnya. Sehingga, proses pendinginan menjadi tidak optimal. Ditambah lagi ada peluang motor kipas radiator sudah lemah. “Maka dari itu, mobil tua sering mengalami overheating, mesin yang seharusnya suhu kerjanya stabil, ini menjadi lebih panas karena sistem pendingin mulai tak prima,” ucap Imun. Ilustrasi mesin mobil dalam kondisi sehat Oli yang terpapar panas ekstrem ini bakal terdegradasi dan menguap lebih cepat. Akibatnya, oli jadi encer, perlindungan terhadap komponen berkurang, dan dapat membuat mesin makin panas karena gaya gesek lebih besar. Jika mobil tua tidak disarankan ganti oli mesin lebih cepat, maka risikonya sangat besar terhadap kerusakan komponen dalam skala besar. Tak hanya menimbulkan suara mesin lebih kasar, tapi juga berujung turun mesin. Kesimpulan Mobil tua perlu ganti oli lebih cepat karena ada peluang mesin sudah aus, oli cepat kotor karena pembakaran tidak sempurna. Selain itu, oli lebih cepat habis terbakar, karena ring oli yang sudah lemah. Mobil tua juga berpotensi sistem pendinginnya kurang optimal, dampaknya kualitas oli cepat menurun yang dapat menyebabkan pelumasan kurang. Ini berisiko mobil mengalami keausan makin parah. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.